Hal itu disebabkan lantaran banyak pemilik Pegon yang menjual sapinya untuk kepentingan lain.
"Nah, dengan adanya festival ini menjadi semangat untuk melestarikan adat yang kerap dilaksanakan setelah Lebaran," ungkapnya.
Pihaknya berharap, tradisi ini dapat digelar setiap tahun bahkan lebih semarak lagi. Belum lagi, masyarakat selalu antusias untuk menyaksikan festival tersebut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. https://www.whatsapp.com/channel/0029VaaeilI30LKXoVqSzI1H
Artikel Terkait
Dari Pegawai Kolonial hingga Raja Perkebunan, Sepenggal Kisah George Birnie dan Sejarah Lahirnya Jember Modern
Asal-Usul Jembatan Paling Unik di Jember, Dulu Hutan Kini Disulap Jadi Tempat Terindah Saat Mode Malam! Sempat Cuma Bisa Dilewati Sepeda?
Muncul Tahun 1976, Dulu Ada Kota Jember? Cek Fakta, Ada 3 Kecamatan yang Sempat Belum Jadi Bagian Wilayah dari Kabupaten
Cegah Mafia Pupuk, Bupati Jember Gus Fawait Bakal Bikin Tim Pengawas
Waton Tak Pernah Padam! Demi Cagar Budaya Jember, Parade Pegon dan Kenduren Khidmat Tetap Terlaksana di Tengah Minimnya Anggaran
Intip Kilas Balik Sejarah Masuknya Orang Tionghoa di Jember, Ternyata Sudah Ratusan Tahun?