Pada dunia modern yang begitu dinamis seperti saat ini, manusia yang salah satu entitasnya adalah perempuan dituntut untuk dapat beradaptasi atau menyesuaikan diri secara cepat, tanggap, dan tepat.
Baca Juga: Gus Dur, Pencabutan TAP MPR, dan Gelar Pahlawan Nasional
Oleh karenanya, kecerdasan diperlukan agar mampu mengatur kehidupan secara efektif dan effisien. Selain itu dengan kecerdasan dan pengetahuan yang dimilikinya, perempuan dapat memberikan banyak manfaat penting dalam kehidupan baik secara pribadi, keluarga, ataupun masyarakat.
Perempuan yang cerdas dan terdidik memiliki peran penting dalam masyarakat diberbagai sector, termasuk politik, ekonomi, dan social. Mereka dapat berkontribusi pada perubahan positif dan mempengaruhi kebijakan agar lebih adil dan inklusif.
Manfaat lainnya dengan menjadi perempuan cerdas yaitu dapat mengambil keputusan yang baik dan bijaksana untuk kehidupannya secara pribadi maupun diruang publik yang professional.
Keputusan-keputusan yang diambil oleh perempuan cerdas berangkat dari pertimbangan dan perhitungan logis akan perbandingan antara kemaslahatan dan kemudhorotan, bukan dengan sembarang menentukan.
Lebih lanjut, pengetahuan dapat memberi perempuan kekuatan untuk mengendalikan hidup mereka, memilih karier yang diinginkan, dan mengatasi berbagai tantangan yang ada. Semakin banyak wawasan yang dimiliki, semakin besar pulalah kemampuannya untuk menghadapi masalah dan memanfaatkan peluang yang ada.
Tidak hanya itu, pengetahuan juga akan memperkuat kemampuan perempuan dalam memperjuangkan haknya sebagai seorang individu.
Dengan demikian, kecerdasan dapat mengurangi resiko terhadap eksploitasi ataupun pelecehan yang kerap mengancam diluaran sana. Lebih lanjut, pengetahuan dan kecerdasan dapat membantu perempuan untuk mengatasi berbagai stereotip gender yang dapat membatasi potensi yang dimilikinya.
Saat perempuan mampu menunjukkan kecerdasan dan kemampuannya di berbagai bidang, hal ini dapat meruntuhkan pandangan sempit tentang perempuan dalam masyarakat. Tidak kalah penting bahwa kecerdasan dan pengetahuan juga berkaitan dengan pengembangan dan kepuasan diri. Memiliki pengetahuan yang luas memberi perasaan percaya diri dan pencapaian pribadi yang berkontribusi pada kesehatan mentalnya yang lebih baik.
Begitu pentingnya menjadi perempuan yang cerdas sebagai fondasi dan kekuatan untuk perempuan meraih potensinya secara utuh, memperbaiki kualitas hidup dan memberikan dampak positif bagi masyarakat secara luas.
Oleh karenanya, kader putri PMII yang tergabung dalam KOPRI harus meningkatkan kapasitas dan kualitas dirinya dengan wawasan atau pengetahuan yang progressif agar menjadi perempuan yang cerdas. Kader KOPRI harus memiliki semangat dan tekad yang tinggi dalam menimba ilmu dan tidak membatasi dirinya dalam belajar terkait berbagai hal.
Selain itu, kader KOPRI juga harus berpikir secara kritis melalui kemampuan menganalisa informasi secara objektif. Jangan mudah menerima segala sesuatu begitu saja, melainkan mempertanyakan dan menganalisanya dengan seksama sebelum mengambil keputusan.
Untuk menjadi kader KOPRI yang cerdas, jangan takut mencoba hal baru dan percaya pada kemampuan diri (percaya diri). Ingatlah bahwa kegagalan adalah bagian dari proses belajar, sehingga jangan biarkan ketakutan ataupun keraguan menghalangi langkah untuk mencoba dan berkembang.
Di lain sisi, perbanyaklah belajar dari pengalaman baik pengalaman diri sendiri atau bahkan pengalamanan orang lain dengan memperbanyak berinteraksi dengan orang lain melalui diskusi atau sharing (ngipi). Belajarlah dari siapapun, jadikanlah semua tempat sebagai sekolah dan semua orang sebagai guru (Ki Hajar dewantara).