Terlepas dari berbagai pertimbangan dan dinamika pada saat itu, sikap PMII yang mendukung pemerintahan presiden Gus Dur menunjukkan bahwa adanya “radikalisasi” nilai atau sikap kelembagaan pada situasi tertentu yang sebelumnya tidak pernah dilakukan. Hal ini tentu menuai pro-kontra dan wajar dalam dinamika organisasi. Apalagi sebesar PMII.
Sejalan dengan catatan di atas, menentukan sikap dalam momentum pilkada hari ini adalah suatu keharusan. Mengingat, menjelang penutupan tahun 2024 ini ada momentum yang perlu PMII amankan yaitu terkait dengan raperda RTRW Kabupaten Jember.
Baca Juga: Logo NU Dicatut Lagi dalam APK Pilkada Jember, Ketua GP Ansor Kencong Berikan Peringatan Keras
Di sisi lain, momentum politik seringkali kita maknai sebagai bagian dari ikhtiar panjang dalam mewujudkan cita-cita besar organisasi.
PMII selama ini juga telah mengajarkan bahwa sebagai seorang kader PMII tidak boleh mengabaikan hal-hal yang berkaitan tentang politik (baca:apolitis).
Sebagai penguat, penulis teringat salah satu kutipan ceramah dari Gus Baha bahwa satu tanda tangan seorang politisi (baca:pejabat negara) mampu menutup seribu lokaliasi. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya terlibat dan berperan aktif dalam momentum politik.
Baca Juga: AJI Jember Serukan Jurnalis Patuhi Kode Etik dalam Pemberitaan Kekerasan Seksual
Sebagai kelompok intelektual muda, PMII dapat melakukan uji gagasan untuk mengukur pertanggung jawaban intelektual dari masing-masing calon.
Cara ini adalah cara paling mudah dalam berperan dalam momentum politik. Selain itu, kader maupun alumni dapat pula berpartisipasi sebagai bagian dari tim pemenangan yang tentunya tetap melihat AD/ART yang berlaku.
Menyoal positioning PMII, pertimbangan dasar yang perlu dilihat adalah tentang gagasan yang dibawa. Melihat gagasan adalah melihat ide dan melihat ide adalah awal untuk melakukan perubahan.
Baca Juga: 9 vs 7! Adu Visi Misi Gus Fawait-Djoko Susanto dan Hendy Siswanto-Gus Firjaun di Pilbup Jember 2024
Di sisi lain, dengan mempertimbangkan gagasan yang dibawa oleh masing-masing calon kita akan mengetahui apa yang akan dilakukan oleh si calon ketika ia memimpin nantinya.
Kesimpulannya, mana yang kemudian sesuai dengan semangat dan cita-cita organisasi dan tidak.
Berangkat dari pemahaman ini, tidak sulit untuk menimbang terkait “keberpihakan” yang sempat disinggung di awal.
Baca Juga: Bakal Calon Bupati Jember Gus Fawait Siapkan Program di Sektor Pertanian: Stok Pupuk Harus Terjaga