SketsaNusantara.id - Bicara mengenai Syekh Siti Jenar alias Syekh Lemah Abang memang tak pernah lepas dari berbagai kontroversi yang menyelimutinya.
Kabut misteri mengenai keberadaannya tak pernah tersingkap dengan jelas, baik dari penjelasan dalam dimensi mitos hingga metode sejarah yang saintifik.
Namun, satu hal yang tak pernah lepas dari perbincangan Syekh Siti Jenar adalah warisan ajarannya yakni Sasahidan yang berpijak pada konsep Manunggaling Kawulo Gusti.
Anggapan populer dan salah kaprah mengenai ajaran tersebut adalah bahwa Syekh Siti Jenar dan para pengikutnya mengganggap diri mereka satu dengan entitas Tuhan.
Manunggaling Kawulo Gusti, jika diterjemahkan secara harfiah memang berarti "menyatunya hamba dan Tuhan". Sederhananya, orang yang menganut ajaran tersebut dianggap sesat karena menganggap dirinya adalah Tuhan.
Namun, benarkah seperti itu?
Baca Juga: 3 Istri Sunan Kalijaga yang Setia Menemani dalam Menyebarkan Agama Islam di Tanah Jawa
Klaim Sesat Ajaran Syekh Siti Jenar
Sekitar 14 tahun silam, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pati, Provinsi Jawa Tengah, merilis fatwa bahwa Akmaliyah adalah aliran sesat.
Menurut arsip pemberitaan media nasional, aliran yang dipimpin sosok bernama Sulaiman, warga asal Kediri itu dianggap menyimpang dari ajaran Islam dan menodai akidah.
Dalam fatwa yang dirilis pada 26 Januari 2010, pihak MUI telah mengklaim mempelajari kitab yang dikeluarkan aliran tersebut. Disebutkan bahwa pendiri Akmaliyah dan seluruh anggota tubuhnya adalah Allah.
Dinyatakan juga oleh MUI bahwa bagi pengikut yang telah mencapai tingkatan tertinggi, tidak perlu lagi melakukan kewajiban sholat.