Berawal dari salah satu akun Facebook yang sering dilihatnya memasarkan rambut palsu, ia pun ingin mencoba peruntungan yang sama.
“Saya pikir, daripada saya hanya anyam begini dan di Asmat belum ada yang jual waktu itu (2018), ya sudah (mencoba berjualan),” jelasnya.
Baca Juga: Buya Hamka dan Pengamatannya Tentang Islam di Madura (Bagian 2)
Diakui Santi bahwa ia telah memiliki ide berjualan rambut palsu dan jasa anyam rambut sejak ia SMA. Namun baru terwujud saat ia telah duduk di bangku kuliah, di Universitas Ternate sekitar tahun 2018.
Pada awalnya ia menjual rambut palsu dan menawarkan jasa anyam rambut di wilayah Ternate secara online. Produknya ini didapatkan dari berbagai daerah, seperti Jogjakarta dan Purwokerto.
“Saya bagi ke grup-grup jual beli di Facebook,” katanya.
Baca Juga: Kompi Yusuf Hasyim dan Pertempuran di Nglaban
Tentang Pelanggan Pertama yang Menjadi Awalan Jalan Rezekinya
Awal merintis usahanya, Santi mengalamai kejadian yang cukup unik. Pelanggan pertamanya adalah seorang laki-laki yang ingin rambutnya dianyam. Saat itu Santi yakin bahwa ia bisa melakukan anyam rambut laki-laki.
“Padahal ini baru pertama juga (anyam rambut laki-laki). Tapi dengan percaya diri, bisa,” tegasnya.
Santi pun semakin percaya diri untuk menekuni usaha anyam rambut. Pelanggannya semakin bertambah setiap hari.
“Ada teman-teman dari Ternate yang juga minta untuk anyam seperti rambut saya,” lanjutnya.
Baca Juga: Apem dan Megengan, Tradisi Islami Jelang Ramadhan
Dikatakan Santi bahwa anyaman rambut ini bisa bertahan hingga 2 bulan pada rambut keriting. Namun pada rambut lurus, anyaman hanya bertahan sekitar 2 minggu.
Untuk menganyam rambut, Santi memerlukan waktu sekitar 5-6 jam lamanya.