*Artikel ini ditulis saat residensi di Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat, Agats, Papua Selatan. Residensi ini diselenggarakan oleh Yayasan Studi Arsip Sudut Kalisat yang didukung oleh Dana Institusional untuk Lembaga Melalui Dana Indonesiana, LPDP dan Kementerian Kebudayaan.
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Ada Sejak 1987! Inilah Tahu Gimbal Puspogiwang Semarang Jawa Tengah, Kuliner Legendaris dengan Rasa Autentik
Kenapa Banyak Pabrik Gula di Zaman Belanda? 4 Alasan Meluasnya Perkebunan Tebu dan Ekspor Gula Era Kolonial
Buka Selama 24 Jam! Intip Alamat Warung Nasi Rames yang Melegenda di Semarang, Harga Gak Bikin Kantong Bolong dengan Cita Rasa Ala Masakan Rumahan
Bakal Bergelimang Kekayaan! Jember Punya 5 Sumber Daya Alam yang Bisa Menjadi Harta Karun Bagi Para Warga, Ternyata Menjadi Surganya Emas Berkilauan?
Kenapa Huruf Jawa Mirip dengan Aksara Thailand dan India? Ternyata Ada Rahasia yang Belum Terungkap...
Habiskan Dana 1.000 Triliun, Pabrik Gula di Jember Ini Kini Terbengkalai, Ada Gunung Kembar di Dalamnya, Jadi Tempat Mistis