Minggu, 19 Juli 2026

Kenapa Banyak Pabrik Gula di Zaman Belanda? 4 Alasan Meluasnya Perkebunan Tebu dan Ekspor Gula Era Kolonial

Photo Author
Anisa Maharani, Sketsa Nusantara
- Jumat, 18 April 2025 | 21:00 WIB
Potret banyaknya pabrik gula di Jawa saat era pemerintahan kolonial Belanda. (TikTok.com/@eltha.story)
Potret banyaknya pabrik gula di Jawa saat era pemerintahan kolonial Belanda. (TikTok.com/@eltha.story)

SketsaNusantara.id - Indonesia merupakan salah satu negara yang pernah dijajah oleh Belanda.

Era kolonial berlangsung cukup lama beberapa abad hingga meninggalkan banyak warisan sejarah.

Peninggalan era kolonial Belanda saat itu yang masih bisa dilihat hingga kini salah satunya adalah bangunan pabrik gula.

Baca Juga: Murah Meriah! Mencicipi Pecel Sayur Siram Mpok Iyos yang Terkenal di Kemayoran Jakarta Pusat, Racikan Asli Khas Betawi!

Coba perhatikan di sekitar daerah tempat tinggal kalian, tentunya ada beberapa wilayah yang memiliki pabrik gula, terlebih di Pulau Jawa.

Jumlah pabrik gula di Pulau Jawa cukup banyak hingga muncul istilah meluasnya perkebunan tebu era itu.

Pengolahan tebu dari perkebunan yang saat itu melimpah berujung ke pabrik gula.

Baca Juga: Berani Coba? 5 Wahana Ekstrem di Jatim Park 1, Ada Pendulum 360 hingga Flying Tornado, Mana yang Paling Menegangkan?

Terbayang betapa sulitnya masa itu namun, Indonesia pernah menjadi pengekspor tebu yang ternama.

Tentu menjadi pertanyaan, di era pemerintahan Belanda, Indonesia justru jadi salah satu produsen gula yang besar.

Kenapa banyak pabrik gula di zaman Belanda? Berikut ini SketsaNusantara.id rangkum 4 alasan meluasnya perkebbunan tebu dan ekspor gula era kolonial.

Baca Juga: Menilik Cerita Dibalik Sate Kere, Makanan Khas Nusantara Hasil Limbah Rumah Jagal di Zaman Hindia Belanda

1) Tanam Paksa

Salah satu alasan kenapa banyak pabrik gula di zaman Belanda karena adanya kebijakan tanam paksa.

Halaman:

Editor: Anisa Maharani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X