Minggu, 19 Juli 2026

Kenapa Banyak Pabrik Gula di Zaman Belanda? 4 Alasan Meluasnya Perkebunan Tebu dan Ekspor Gula Era Kolonial

Photo Author
Anisa Maharani, Sketsa Nusantara
- Jumat, 18 April 2025 | 21:00 WIB
Potret banyaknya pabrik gula di Jawa saat era pemerintahan kolonial Belanda. (TikTok.com/@eltha.story)
Potret banyaknya pabrik gula di Jawa saat era pemerintahan kolonial Belanda. (TikTok.com/@eltha.story)

Pemerintah Hindia Belanda waktu itu menerapkan sistem tanam paksa setelah berakhirnya perang jawa tahun 1830.

Belanda saat itu dipimpin oleh Gubernur Jenderal Van Den Bosch pencetus sistem tanam paksa bagi masyarakat pribumi.

Baca Juga: Jarang Orang Tahu! Inilah Asal Usul Plat Nomor Kendaraan di Indonesia, Bukan Sekedar Huruf

Penjajah memiliki tujuan besar berlakukan sistem tersebut yaitu untuk menambal dan mengisi kekosongan kas keuangan pemerintah Hindia Belanda usai perang.

Komoditi yang saat itu diwajibkan dalam sistem tanam paksa adalah tanaman tebu.

Inilah alasan kenapa di Jawa banyak perkebunan tebu dan akhirnya mengharuskan munculnya pabrik gula sebagai pengolahannya.

Baca Juga: Unik! Inilah Cara Orang Jawa Memberi Nama Anaknya, Syarat Makna Sayangnya Justru Jadi Bahan Ejekan

2) UU Gula

Alasan kedua kenapa banyak pabrik gula di zaman Belanda terutama di wilayah Jawa yaitu munculnya UU Gula atau Suikerwet.

Kebijakan UU Gula atau Suikerwet itulah yang akhirnya memicu munculnya banyak pabrik gula dibangun.

UU Gula yang berlaku ini menghapuskan kebijakan lama pemerintah kolonial Belanda untuk tanam tebu.

Baca Juga: Hidden Gem di Purworejo Jateng! Warung Sop Pak Mamik di Baledono yang Legendaris Sejak 1965, Ada Hal Unik di Rumah Makan Satu Ini

Hal ini menjadi kesempatan besar bagi para investor dan pemegang modal atau investoruntuk pembangunan pabrik gula terutama di wilayah penjajahan Belanda.

3) Tanah subur

Selain 2 alasan sebelumnya, faktor pendukung lain kenapa banyak pabrik gula di era kolonial Belanda adalah karena tanah yang subur.

Halaman:

Editor: Anisa Maharani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X