sketsa

Cerita dari Papua Selatan: Santi, Perempuan Asmat yang Menjawab Stigma Lewat Anyaman Rambut

Sabtu, 19 April 2025 | 20:30 WIB
Santi, perempuan Asmat pertama yang melahirkan budaya anyaman rambut (SketsaNusantara.id/ Qorry 'Aina Damayanti)

SketsaNusantara.id- Berhias diri, barangkali itu menjadi fitrahnya seorang perempuan yang ingin tampil elok untuk dirinya sendiri.

Sama seperti beberapa perempuan di Asmat, Papua Selatan. Menganyam rambut atau yang biasa dikenal dengan kepang rambut menjadi trend baru di sini.

Santi, remaja asal Asmat ini melahirkan trend anyam rambut di distriknya.

Baca Juga: Ridwan Kamil Laporkan Lisa Mariana ke Bareskrim Polri Buntut Dugaan Perselingkuhan, LM Dibayangi Hukuman hingga Denda Miliaran

Berbekal rasa penasarannya dengan temannya sewaktu SD yang sering gonta-ganti model rambut, Santi pun akhirnya bisa merasakannya sewaktu SMA, saat ia bersekolah di salah satu sekolah SMA di Bandung.

“Waktu itu saya SMA di Bandung. Saya sempat jalan-jalan ke pasar di Bandung. di sana saya lihat ada rambut palsu. waktu itu saya pikir hanya ada di Jogja (rambut palsu). ternyata ada di sini (Jawa Barat),”

Santi pun akhirnya membeli rambut palsu itu. Saat itu ia belum bisa menganyam rambut.

Baca Juga: Asal Usul Desa Mlorah di Nganjuk

“Kebetulan waktu itu ada adik perempuan dari Asmat juga. dia bisa anyam (rambut),”

Karena ia belum bisa menganyam rambut, Santi akhirnya meminta tolong kepada adiknya untuk menganyam rambutnya. Saat itu yang dilakukan adiknya sebenarnya bukan menganyam rambut, tapi menyulam. Beda model saja.

Dari situlah Santi semakin tertarik mengekspresikan model rambutnya. Dikatakan Santi bahwa menyulam rambut ini justru mempermudah perempuan untuk menata rambutnya.

Baca Juga: Ketupat, Lebaran dan Petasan

Dari Penasaran Jadi Sumber Pendapatan

Kegemarannya dengan sulam rambut ini membuat Santi terpikir untuk mencoba membuka bisnis sulam rambut.

Halaman:

Tags

Terkini

Jangan Biarkan Kota Santri Kehilangan Jati Diri

Jumat, 26 Juni 2026 | 09:40 WIB

Sistem Keulamaan dan Ahwa Permanen dalam NU

Selasa, 16 Juni 2026 | 16:49 WIB

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB