SketsaNusantara.id- Berhias diri, barangkali itu menjadi fitrahnya seorang perempuan yang ingin tampil elok untuk dirinya sendiri.
Sama seperti beberapa perempuan di Asmat, Papua Selatan. Menganyam rambut atau yang biasa dikenal dengan kepang rambut menjadi trend baru di sini.
Santi, remaja asal Asmat ini melahirkan trend anyam rambut di distriknya.
Berbekal rasa penasarannya dengan temannya sewaktu SD yang sering gonta-ganti model rambut, Santi pun akhirnya bisa merasakannya sewaktu SMA, saat ia bersekolah di salah satu sekolah SMA di Bandung.
“Waktu itu saya SMA di Bandung. Saya sempat jalan-jalan ke pasar di Bandung. di sana saya lihat ada rambut palsu. waktu itu saya pikir hanya ada di Jogja (rambut palsu). ternyata ada di sini (Jawa Barat),”
Santi pun akhirnya membeli rambut palsu itu. Saat itu ia belum bisa menganyam rambut.
Baca Juga: Asal Usul Desa Mlorah di Nganjuk
“Kebetulan waktu itu ada adik perempuan dari Asmat juga. dia bisa anyam (rambut),”
Karena ia belum bisa menganyam rambut, Santi akhirnya meminta tolong kepada adiknya untuk menganyam rambutnya. Saat itu yang dilakukan adiknya sebenarnya bukan menganyam rambut, tapi menyulam. Beda model saja.
Dari situlah Santi semakin tertarik mengekspresikan model rambutnya. Dikatakan Santi bahwa menyulam rambut ini justru mempermudah perempuan untuk menata rambutnya.
Baca Juga: Ketupat, Lebaran dan Petasan
Dari Penasaran Jadi Sumber Pendapatan
Kegemarannya dengan sulam rambut ini membuat Santi terpikir untuk mencoba membuka bisnis sulam rambut.