Minggu, 19 Juli 2026

Harapan Baru Jember Menuju Episentrum Nasional: Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Hijau dan Biru

Photo Author
Tim Redaksi Sketsa Nusantara, Sketsa Nusantara
- Selasa, 11 Februari 2025 | 16:28 WIB

*Isna Asaroh

SketsaNusantara.id - Kabupaten Jember, sebagai salah satu wilayah strategis di Provinsi Jawa Timur, memiliki potensi luar biasa dalam berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan, pariwisata, hingga industri kreatif.

Dengan kekayaan alam yang melimpah, sumber daya manusia yang produktif, serta posisi geografis yang menguntungkan, Jember memiliki peluang besar untuk menjadi motor penggerak perekonomian regional bahkan nasional.

Namun, untuk mewujudkan potensi tersebut secara optimal, dibutuhkan sebuah paradigma pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis pada kesejahteraan masyarakat luas.

Baca Juga: Tenaga Honorer Penjaga Palang Pintu Rel Kereta Api di Jember Dibebastugaskan, Dishub: Sementara Ditangani Pemerintah Desa

Salah satu pendekatan yang relevan untuk diterapkan di Jember adalah pembangunan ekonomi kerakyatan yang didukung oleh implementasi ekonomi hijau dan ekonomi biru secara masif.

Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, memberdayakan masyarakat lokal, dan menciptakan keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dengan ekologi.

Dalam konteks pemerintahan Kabupaten Jember yang baru, harapan masyarakat semakin menguat agar visi pembangunan ke depan mampu mengintegrasikan nilai-nilai dalam prinsip pengembangan ekonomi tersebut.

Baca Juga: Ribuan Tenaga Honorer Non ASN yang Dirumahkan Tunggu Nasibnya, DPRD Jember Segera Bentuk Panitia Khusus

Tulisan ini akan mengulas pentingnya membangun ekonomi kerakyatan melalui ekonomi hijau dan biru di Jember, serta bagaimana pemerintah daerah dapat menjadi katalisator perubahan menuju masa depan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.

Ekonomi Kerakyatan: Pondasi Kesejahteraan Berbasis Masyarakat

Ekonomi kerakyatan adalah model ekonomi yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam aktivitas ekonomi.

Prinsip utamanya adalah pemerataan akses terhadap sumber daya, partisipasi aktif masyarakat dalam proses produksi, distribusi, dan konsumsi, serta pemberdayaan ekonomi skala kecil dan menengah.

Baca Juga: Honor Tahun 2025 Tidak Cair, Puluhan Pegawai Non-ASN Datangi Kantor DPRD Jember

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jangan Biarkan Kota Santri Kehilangan Jati Diri

Jumat, 26 Juni 2026 | 09:40 WIB

Sistem Keulamaan dan Ahwa Permanen dalam NU

Selasa, 16 Juni 2026 | 16:49 WIB

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB
X