*Isna Asaroh
SketsaNusantara.id - Kabupaten Jember, sebagai salah satu wilayah strategis di Provinsi Jawa Timur, memiliki potensi luar biasa dalam berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan, pariwisata, hingga industri kreatif.
Dengan kekayaan alam yang melimpah, sumber daya manusia yang produktif, serta posisi geografis yang menguntungkan, Jember memiliki peluang besar untuk menjadi motor penggerak perekonomian regional bahkan nasional.
Namun, untuk mewujudkan potensi tersebut secara optimal, dibutuhkan sebuah paradigma pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis pada kesejahteraan masyarakat luas.
Salah satu pendekatan yang relevan untuk diterapkan di Jember adalah pembangunan ekonomi kerakyatan yang didukung oleh implementasi ekonomi hijau dan ekonomi biru secara masif.
Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, memberdayakan masyarakat lokal, dan menciptakan keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dengan ekologi.
Dalam konteks pemerintahan Kabupaten Jember yang baru, harapan masyarakat semakin menguat agar visi pembangunan ke depan mampu mengintegrasikan nilai-nilai dalam prinsip pengembangan ekonomi tersebut.
Tulisan ini akan mengulas pentingnya membangun ekonomi kerakyatan melalui ekonomi hijau dan biru di Jember, serta bagaimana pemerintah daerah dapat menjadi katalisator perubahan menuju masa depan yang lebih sejahtera dan berkelanjutan.
Ekonomi Kerakyatan: Pondasi Kesejahteraan Berbasis Masyarakat
Ekonomi kerakyatan adalah model ekonomi yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam aktivitas ekonomi.
Prinsip utamanya adalah pemerataan akses terhadap sumber daya, partisipasi aktif masyarakat dalam proses produksi, distribusi, dan konsumsi, serta pemberdayaan ekonomi skala kecil dan menengah.
Baca Juga: Honor Tahun 2025 Tidak Cair, Puluhan Pegawai Non-ASN Datangi Kantor DPRD Jember
Artikel Terkait
Tidak Ada Solusi dari Pemkab, Para Sopir Truk Datangi Kantor DPRD Jember Tuntut Keadilan Tentang Pembatasan Jalan Puger-Rambipuji
Terancam Dirumahkan! 2.204 Tenaga Honorer di Jember Menanti Kepastian, Skema Outsourcing Jadi Solusi di Tengah Keterbatasan Anggaran
5 Fraksi di DPRD Jember Telah Ajukan Usulan Pembentukan Pansus Tenaga Honorer Non ASN
RESMI! Uji Coba Sistem Satu Arah (SSA) di Kawasan Kampus Sumbersari Jember Diberhentikan, Sempat Jadi Polemik Warga Sekitar
Palang Perlintasan Kereta Api di Rambipuji Jember Diduga Tak Ditutup Sebabkan Minibus Tertabrak KA Wijaya Kusuma, Petugas Terancam Sanksi Pidana
Heboh! Beredar Video Penampakan Bola Api Misterius di Jember hingga Dikaitkan dengan Banaspati, Apa Itu? Begini Penjelasan Akademisi UI
Bus Angkutan Perintis di Jember Berhenti Beroperasi Sejak 1 Januari 2025, Dishub: Bukan Dihentikan Tapi Ditunda karena...