Untuk mencapai itu, menurut Prof. Azumardy Azra (1999), kaum muda Indonesia memiliki sejumlah modal dasar yang memadai untuk mewujudkan cita-cita ini. Di antara modal dasar terpenting adalah kenyataan bahwa rakyat dan bangsa Indonesia adalah amat agamis, yang sangat menghormati ajaran-ajaran agama.
Baca Juga: Membaca Fawait-Djos dalam Momen Penetapan Nomor Urut di KPU
Pilkada serentak 2024 menjadi momentum peran pemuda dalam berkontribusi bagi ibu pertiwi. Peran itu bisa diambil sebagai regulator, penyelenggara, pengawas, pemantau, pendukung, pelaku maupun edukator. Terutama mengedukasi masyarakat untuk tidak terlibat dalam politik uang saat memilih calon pemimpin di daerah.***
*Penulis adalah Pengajar di STAI Darussalam Krempyang Nganjuk dan SMAN 1 Jombang
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Sajak Suara Wiji Thukul: Terus Memburu Kita seperti Kutukan
Kekeliruan Pemkab Banyuwangi dalam Menyelesaikan Konflik Agraria di Desa Pakel, Potret Ketimpangan Struktural dan Tuntutan Keadilan Warga
Kabar Persidangan Muhriyono Petani Pakel Banyuwangi! Inilah Pasal yang Didakwakan Penuntut Umum, Ada Tuduhan dan Kontroversi di Balik Penangkapannya?
Banyak Provinsi yang akan Berakhir Masa Bonus Demografi
Fenomena 'Career Cushioning' Marak di Kalangan Karyawan
Kapitalisme Pendidikan di Indonesia dalam Perspektif Paulo Freire, Ivan Illich, dan Erich Fromm
Saatnya Bangkit! Dari Desa ke Kota, Membangun Infrastruktur Transportasi yang Terlupakan
Membaca Fawait-Djos dalam Momen Penetapan Nomor Urut di KPU