Minggu, 19 Juli 2026

Sajak Suara Wiji Thukul: Terus Memburu Kita seperti Kutukan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 26 Agustus 2024 | 09:00 WIB
Sajak Suara Wiji Thukul. (Kolase Youtube Grimloc Records dan Antitank Project)
Sajak Suara Wiji Thukul. (Kolase Youtube Grimloc Records dan Antitank Project)

sesungguhnya suara itu akan menjadi kata
dialah yang mengajari aku bertanya
dan pada akhirnya tidak bisa tidak
engkau harus menjawabnya
apabila engkau tetap bertahan
aku akan memburumu seperti kutukan
(Wiji Thukul)

SketsaNusantara.id - Hari ini, 26 Agustus 2024, adalah hari kelahiran Wiji Thukul, seorang penyair dan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), dikenal lewat puisi-puisinya yang kerap menggedor-gedor jantung kekuasaan rezim Orde Baru.

Seandainya pria yang bernama asli Widji Widodo ini masih hidup, ia telah menginjak usia 61 tahun.

Baca Juga: Raja Jawa di Balik Pohon Beringin: Horor De Javu dari Orde Baru

Berdasarkan WHO, usia tersebut masuk dalam kategori lanjut usia (elderly), yakni rentang 60-74 tahun. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), diperkirakan jumlah rentang usia ini mencapai angka 35,5 juta jiwa di Indonesia pada tahun 2025.

Namun siapa yang peduli, karena sekali lagi; Wiji Thukul telah "tiada".

Ia adalah satu dari sekian orang yang dinyatakan hilang sejak 10 Februari 1998, hanya 3 bulan sebelum rezim Soeharto tumbang.

Baca Juga: Mengenang Jejak Resolusi Jihad, Kisah Heroik Perjuangan Kemerdekaan Indonesia yang Lahir dari Kegelisahan KH Hasyim Asy'ari

Dalam siaran pers Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) yang diterbitkan tahun 2000, ia dikabarkan sempat bertemu temannya tetapi akhirnya hilang jejak.

KontraS menduga dengan kuat bahwa hilangnya sang penyair berkaitan dengan aktivitas yang ia lakukan menjelang kejatuhan Soeharto.

Terlebih lagi, masa-masa tersebut krusial karena rezim Orde Baru semakin bengis dengan operasi represif pembersihan aktivitas politik.

Baca Juga: Menimbang Risiko Keberlanjutan Proyek Geothermal di Gunung Arjuno Welirang yang Mengancam Kelestarian Kawasan Lindung Beragam Biodiversitas, Siapkah?

Masih dikutip dari siaran pers KontraS, selain Wiji Thukul, ada 22 aktivis yang 13 di antaranya belum kembali.

Empat tahun sejak dinyatakan hilang, ia dianugerahi Yap Thiam Hien Award, sebuah penghargaan bagi orang-orang yang berjasa pada penegakan hak asasi di Indonesia.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jangan Biarkan Kota Santri Kehilangan Jati Diri

Jumat, 26 Juni 2026 | 09:40 WIB

Sistem Keulamaan dan Ahwa Permanen dalam NU

Selasa, 16 Juni 2026 | 16:49 WIB

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB
X