Minggu, 19 Juli 2026

Sajak Suara Wiji Thukul: Terus Memburu Kita seperti Kutukan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 26 Agustus 2024 | 09:00 WIB
Sajak Suara Wiji Thukul. (Kolase Youtube Grimloc Records dan Antitank Project)
Sajak Suara Wiji Thukul. (Kolase Youtube Grimloc Records dan Antitank Project)

Sesungguhnya suara itu akan menjadi kata
Ia yang mengajari aku untuk bertanya
dan pada akhirnya tidak bisa tidak
engkau harus menjawabnya

Bait terakhir dari puisi ini membuat merinding saat dibaca atau didengarkan, karena menghadirkan kesan peringatan atau ancaman bagi yang menyepelekan hak (ber)suara.

Baca Juga: Bongkar Sosok Jelita Jeje, Menantu Kejagung Mendadak Dirujak Publik Buntut Bela Kaesang dan Erina Soal Jet Pribadi, Diduga Terima Gratifikasi?

Apabila engkau tetap bertahan
Aku akan memburumu seperti kutukan!

Lirik demi lirik Sajak Suara terus bergema, menjeritkan kerinduan atas keadilan dan kebebasan. Kegelisahan, amarah, dan harapan rakyat kecil berkelindan dalam ruang-ruang marjinal.

Gema Sajak Suara masih relevan dan mencengkeram di tengah kondisi Indonesia yang masih bergulat dengan isu-isu kebebasan berekspresi.

Baca Juga: DPR Setujui PKPU Pilkada Sesuai Putusan MK, Mahfud MD: Secara Politik Raja Jawa Itu Tidak Ada Lagi

Sajak Suara mengingatkan kita untuk tidak diam dalam menghadapi ketidakadilan. Dalam derap gempita informasi yang kadang membingungkan dan tak jarang menyesatkan, keberanian untuk berbicara dan bertindak menjadi semakin penting.

Wiji Thukul adalah semangat perlawanan yang tulus, mengajak untuk tidak tunduk pada ketakutan, dan terus berjuang demi kebenaran dan keadilan.

Suaranya akan terus hidup, menginspirasi generasi baru untuk melanjutkan perjuangan dengan cara mereka sendiri.

Wiji Thukul bukan sekadar penyair. Dia adalah simbol, sebuah suara yang tak pernah padam. Ia akan terus memburu kita seperti kutukan.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jangan Biarkan Kota Santri Kehilangan Jati Diri

Jumat, 26 Juni 2026 | 09:40 WIB

Sistem Keulamaan dan Ahwa Permanen dalam NU

Selasa, 16 Juni 2026 | 16:49 WIB

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB
X