Jawanisme dan kolonialisme Jawa sudah bertindak jauh lebih brutal terhadap penduduk yang tinggal di Negara kepulauan yang luas ini daripada yang dulu dilakukan oleh penguasa penjajah asing. (Pramoedya Ananta Toer)
SketsaNusantara.id - Empat hari sebelum Soeharto tumbang dari kursi presiden pada 21 Mei 1998, sebuah artikel di New York Times terbit dengan judul Suharto, a King of Java Past, Confronts Indonesia's Future (Suharto, Raja Jawa Masa Silam, Menghadapi Masa Depan Indonesia).
Artikel yang ditulis Nicholas D. Kristof itu dibuka dengan kalimat tentang seorang duda tua licik (a wily old widower) yang mengira dirinya adalah seorang raja.
Pria tua yang menatap nanar dari balik teralis jendela rumahnya itu sedang bergulat dengan beragam pilihan pikiran berkecamuk, tentang hari-hari sulit yang semakin menantang dirinya.
Ratusan orang dikabarkan meninggal akibat rangkaian gejolak kerusuhan, eskalasi politik dan kekerasan yang kian meningkat, membayangi keruntuhan rezim kediktatoran yang telah dibangun selama 32 tahun.
Soeharto, pria tua di balik jendela itu, rupanya masih bertekad mempertahankan jabatan sebagai presiden. Sebagian politisi dan cendekiawan menyebutnya sebagai sosok yang melihat dirinya berperan seperti raja-raja Jawa di masa silam.
Raja-raja di masa lampau konon mendapatkan legitimasi kekuasaan karena dianggap memperoleh wahyu dari Tuhan; "Wahyu Keprabon".
Soeharto, presiden Republik Indonesia yang ke-2, dianggap sebagai Raja Jawa. Tak hanya dirinya, tetapi juga lingkar sekelilingnya.
Kyai Abdurrahman Wahid alias Gus Dur bahkan pernah dengan tegas menyebut Soeharto sebagai Raja Jawa dalam sebuah wawancara dengan Andy F. Noya di sebuah stasiun televisi.
Sewaktu di Italia, Gus Dur menyatakan bahwa Panglima ABRI di masa itu, Faisal Tanjung, pernah diminta Soeharto untuk menghabisi sang kyai.
Gus Dur menganggap hal itu sebagai persoalan politik, bukan pribadi. Pasalnya, Soeharto menganggap dirinya sebagai Raja Jawa.
Artikel Terkait
Mantan Menteri Keuangan Era Soeharto, Intip Profil Fuad Bawazier yang Kini Duduki Jabatan Mentereng Sebagai Komisaris Utama MIND ID
Sepak Terjang Fuad Bawazier! Sempat Menjadi Bagian Rezim Abuse Power Masa Soeharto, Kini Duduki Posisi Komisaris Utama MIND ID
Jadi Langganan Kepercayaan Presiden, Inilah Jabatan Emil Salim Mulai Rezim Soeharto Hingga Kepemimpinan SBY
Eksotisme 4 Wisata Alam Desa Tifu di Pulau Buru, Eks Tempat Pengasingan Tapol Era Soeharto, Kini Jadi Hidden Game Maluku
Ritual Kungkum Malam 1 Suro, Tradisi Sakral Turun-Temurun, Pernah Dilakukan Presiden Soeharto, Beneran Bikin Sakti?
Dibangun Masa Soeharto Tahun 1970, Bisa Membendung Aliran Sungai Konto dan Mata Air di 2 Gunung Sekaligus
4 Jenis Kebaya di Indonesia, Ada Favorit Ibu Tien Soeharto hingga Hasil Akulturasi Budaya Jawa dan Tionghoa