SketsaNusantara.id - Viral pengakuan netizen yang mengungkap bukti kebebasan pers dibungkam.
Seperti dilansir SketsaNusantara.id dari akun X @padresdoter, ia menunjukkan bukti saat kawan media dilarang meliput dalam acara Munas Partai Golkar yang juga dihadiri Presiden Jokowi.
"Miris banget rasanya liat temen-temen media/PERS dibungkam kayak gini. Bukan lagi perkara THEY SILENCING US, ini tuh MEDIA-nya aja udah DITUTUP AKSESNYA duluan,"
Dikatakannya bahwa teman-teman media pada saat itu dikunci di kantin hingga diisolasi.
"Mereka dikunciin di kantin & sebagian diisolasi,"
Cuitan tersebut juga disertai dengan tangkapan layar story Instagram dari wartawan yang mengalami kejadian tersebut.
"Aksi heroik pahlawan Narasi ketika wartawan 'dikunciin' di kantin dengan alasan protokol keamanan,"
"Pov dikunci dari dalam karena yang ngacak-ngacak negara mau lewat," demikian isi story instagram tersebut sembari mengunggah foto kondisi pada saat mereka tak diizinkan meliput.
Akun X tersebut juga membagikan tangkapan layar berisi pesannya dengan wartawan tersebut.
Dalam tangkapan layar isi pesan tersebut, wartawan itu mengatakan bahwa teman-teman media yang datang justru dikunci di kantin dan sebagian diisolasi di venue acara Partai Golkar.
Baca Juga: Sufmi Dasco Mendadak Konpres, Revisi RUU Pilkada Batal Disahkan? Netizen: MOSI TIDAK PERCAYA...
"Ga ada yang boleh nanya ke Jokowi," ucapnya.
Artikel Terkait
Fisipol Unej Aksi Kibarkan Bendera Setengah Tiang, Kritisi Masa Depan Demokrasi Indonesia dalam Cengkeraman Kartel Politik
GMNI Jember Turun Aksi Kawal Putusan MK, Lawan Hegemoni Kekuasaan demi Demokrasi yang Sejati
Demokrasi di Ambang Batas! Kawal Putusan MK, Inilah Suara CLS Fakultas Hukum UGM dalam Menentang Pelemahan Konstitusi
Ancaman Pelemahan Konstitusi! Demokrasi dalam Bahaya, Inilah Suara Kritis dan Pernyataan Sikap dari HMI Bulaksumur
Buzzer Mulai Bergerak? Mendadak Trending Hashtag 'Pilih Damai Bareng Prabowo' di Tengah Aksi Demo Kawal Putusan MK di Gedung DPR RI
Iriana Jokowi Asik Jogetan Saat Rakyat Sibuk Demo: The Real Menari di Atas Penderitaan Rakyat