Itu belum termasuk mulai menggeliatnya roda perekonomian di sekitar area makam Gus Dur. Mulai harga tanah yang melambung tinggi hingga maraknya jasa penginapan dan jual beli perumahan. Perkembangan dunia pendidikan di sekitar Tebuireng juga naik signifikan.
Maka tidak berlebihan apabila Guinnes Book of the Record mencatat rekor ini. Apalagi hanya MURI milik Jaya Suprana. Dalam hitungan kasar Gus Mus, jumlah peziarah yang mengunjungi makam Gus Dur sampai sejauh ini sudah melampaui angka 4 juta.
Jumlah ini melampaui pentakziah saat pemakaman Gamal Abdul Nasir, presiden Mesir yang berani memproklamasikan diri sebagai “murid” Bung Karno. Bahkan angka ini melampaui angka saat prosesi pemakaman presiden Amerika Serikat John F. Kennedy (JFK).
Antusiasme masyarakat untuk berziarah ke makam Gus Dur menunjukkan adanya penghormatan mendalam kepada ketua umum PBNU tiga periode itu. Bahkan mereka tidak hanya dari golongan muslim. Bagi mereka, Gus Dur sudah menjadi Guru Bangsa.
Keteladanan dari Gus Dur itulah yang sekarang mutlak diperlukan dalam penguatan karakter generasi penerus. Berbagai keteladanan nyata diharapkan akan terus mudah dan langsung bisa ditiru anak bangsa. Mengingat krisis yang menimpa Indonesia sejak 1998, menurut Salahuddin Wahid (2013), sebenarnya bermuara dari adanya krisis keteladanan.
Tugas Bersama
Hingga sekarang, nama Gus Dur belum dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh pemerintah. Secara substantif, pemberian gelar ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menghargai perjuangan orang-orang yang berjasa bagi Indonesia. Meskipun, harus diakui, pemberian gelar tersebut masih kental dengan ”nuansa politik” penguasa.
Penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada Gus Dur, bagi bangsa Indonesia, setidaknya merupakan salah satu bentuk ucapan terima kasih atas dedikasi yang diberikan Gus Dur secara tulus. Namun, menurut pandangan penulis, yang jauh lebih penting ke depan adalah upaya dari anak bangsa ini untuk tetap melestarikan nilai-nilai luhur yang sudah dibelajarkan oleh Gus Dur.
Greg Barton (2000), dosen senior di Deakin University, mengkategorikan Gus Dur sebagai sosok intelektual muslim non-chauvinis. Artinya, Gus Dur sebagai figur yang memperjuangkan diterimanya realitas sosial bahwa Indonesia itu beragam. Pada titik tertentu, kecintaan Gus Dur yang mendalam terhadap nilai-nilai budaya tradisional dan doktrin Islam ini telah menjadikan Gus Dur sebagai sosok demokrat liberal.
Ini faktor penting yang menjadikan Gus Dur sebagai tokoh yang getol membela kepentingan kaum minoritas. Sedangkan M. Syafi’i Anwar, tokoh Muhammadiyah, menulis bahwa Gus Dur tidak sekedar nyeleneh dengan karakter khas. Namun juga news maker dari semua dimensi. Perkataan dan perbuatan Gus Dur akan menjadi berita heboh jika sudah menggelinding.
Untuk itu, ke depan, konsistensi Gus Dur ketika menimba ilmu dari semua golongan masyarakat harus tetap dilestarikan guna membentuk karakter inklusif dengan open mind sebagai ujung tombak. Keberanian Gus Dur untuk membela kepentingan rakyat kecil dan kaum minoritas patut tetap dijaga dalam melakukan cheks and balances terhadap roda pemerintahan.
Kesederhanaan Gus Dur sudah saatnya dijadikan new spirit bagi para aparatur pemerintahan untuk melayani rakyat. Bukan selalu menuntut hak terlebih dahulu. Netralitas Gus Dur dari ambisi kekuasaan patut ditiru oleh para calon pemimpin negeri ini sebelum terjun ke dunia politik.
Artikel Terkait
Fakta Menarik Fuad Bawazier Eks Menkeu Orba yang Kini Didaulat Jadi Komisaris Utama MIND ID, Namanya Muncul dalam Drama Pelengseran Gus Dur?
Keistimewaan Mampu Mengelola Konflik Tanpa Ada Pertumpahan Darah, Gus Baha Sebutkan Karomah Wali yang Dimiliki Gus Dur
Aneh Tapi Benar-benar Terbukti, Inilah 4 Karomah Gus Dur yang Dianggap Gila, Sebagai Real Wali?
Keampuhan Pusaka Joko Tingkir, Kakek Moyang Gus Dur Dibuat Lolos dari Ancaman Keris Kyai Setan Kober Arya Penangsang
Aksi 5 Warga NU Temui Presiden Israel Panen Hujatan, Netizen Ungkit Kunjungan Ketum PBNU dan Gus Dur
Dikenal Sebagai Tokoh yang Suka Humor, Inilah 4 Presiden 'Korban' Guyon Gus Dur hingga Tertawa Terpingkal-pingkal