Minggu, 19 Juli 2026

Keistimewaan Mampu Mengelola Konflik Tanpa Ada Pertumpahan Darah, Gus Baha Sebutkan Karomah Wali yang Dimiliki Gus Dur

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Rabu, 19 Juni 2024 | 19:30 WIB
Karomah Gus Dur  (Endang Hartatik )
Karomah Gus Dur (Endang Hartatik )

SketsaNusantara.idGus Baha atau nama lengkapnya KH. Ahmad Bahauddin Nursalim, adalah seorang ulama muda yang berasal dari Rembang, Jawa Tengah menyebutkan satu karomah wali yang dimiliki oleh Gus Dur.

Gus Baha dalam satu kesempatan pernah mengatakan, bahwa ada satu pemimpin bangsa dilengserkan namun peristiwa pelengserannya justru bisa menjadi prestasi yang akan menjadi amal yang bisa menjadi ridho Allah SWT untuknya.

Ia adalah Gus Dur, seorang pemimpin yang dilengserkan dari presiden, namun peristiwa itu akan dikenang oleh dunia atas keberhasilannya mengelola konflik tanpa ada pertumpahan darah sedikitpun yang dikutip SketsaNusantara.id dari kanal YouTube NU online.

Baca Juga: Melirik Jejak Peninggalan Sunan Kalijaga, Kedung Pucung Ini Ada Mitos yang Bikin Bahaya?

Prinsip Gus Dur tersebut sesuai dengan prinsip dalam Islam, bahwa jangan sampai ada darah menetes hanya untuk sebuah kekuasaan.

Prinsip itu kemudian tercermin pada ucapan Gus Dur, bahwa tak ada jabatan yang perlu dipertahankan secara mati-matian.

Kala Gus Dur dilengserkan, ia keluar dari istana dengan damai, memakai celana pendek, di bawah kepungan senjata aparat namun juga disambut ribuan pendukung orang-orang yang sangat mencintainya.

Baca Juga: Ikonik dan Lambang Akulturasi Budaya dan Tiga Agama, Batu Pertama Masjid Menara Kudus Berasal dari Palestina

Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, presiden keempat Indonesia, memang dikenal sebagai sosok yang sangat bijaksana dalam menangani konflik.

Ketika ia dilengserkan dari kursi kepresidenan pada 2001, Gus Dur menunjukkan sikap yang sangat arif agar tidak terjadi pertumpahan darah.

Gus Dur memilih untuk tidak melawan secara langsung ketika diusulkan untuk dilengserkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Baca Juga: 7 Misteri Kontroversi Kematian Syekh Siti Jenar: Jenazah Diganti Anjing dan Berubah Menjadi Sekuntum Melati Wangi

Ia menerima hasil Sidang Istimewa MPR dengan lapang dada dan menghindari konfrontasi terbuka yang dapat memicu kekerasan.

Meski banyak pendukungnya yang ingin melakukan aksi bela Gus Dur, namun ia dengan tegas meminta mereka untuk tidak melakukan perlawanan yang dapat menimbulkan pertumpahan darah

Halaman:

Editor: Agus Rangga Mahardika

Sumber: YouTube NU Online

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X