Minggu, 19 Juli 2026

Kapitalisme Pendidikan di Indonesia dalam Perspektif Paulo Freire, Ivan Illich, dan Erich Fromm

Photo Author
Tim Redaksi Sketsa Nusantara, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 14 September 2024 | 19:53 WIB
Isna Asaroh | Ketua Kopri Cabang Jember 2024/2025 (Dok. Istimewa )
Isna Asaroh | Ketua Kopri Cabang Jember 2024/2025 (Dok. Istimewa )

Kedua Komodifikasi Layanan Pendidikan. Komodifikasi pendidikan berarti bahwa berbagai aspek pendidikan diperlakukan sebagai barang dagangan yang dapat diperjualbelikan.

Ini meliputi biaya masuk sekolah, biaya buku, seragam, serta layanan tambahan seperti les privat dan bimbingan belajar. Implikasi dari komodifikasi ini adalah:

1. Beban Finansial bagi Keluarga: Pendidikan yang mahal menambah beban finansial bagi keluarga, terutama bagi mereka yang memiliki beberapa anak yang harus disekolahkan. Beban ini sering kali mengorbankan kebutuhan dasar lainnya dan memperburuk kondisi ekonomi keluarga.

Baca Juga: Sketsa Nusantara: Melestarikan Pluralisme dan Keragaman dalam Bingkai Kebangsaan

2. Orientasi Komersial Pendidikan: Sekolah dan universitas lebih fokus pada aspek finansial daripada kualitas pendidikan itu sendiri. Institusi pendidikan sering kali mencari cara untuk meningkatkan pendapatan, seperti melalui peningkatan biaya sekolah atau pengenalan program-program yang lebih menguntungkan secara finansial daripada akademis.

Ketiga Integrasi Dengan Pasar Kerja. Pendidikan di Indonesia semakin terintegrasi dengan kebutuhan pasar kerja. Hal ini terlihat dari kurikulum yang dirancang untuk memenuhi permintaan industri dan perusahaan.

Dampak dari integrasi ini meliputi: 1. Pendidikan yang Terinstrumentalisasi: Fokus pendidikan bergeser dari pembentukan individu yang holistik dan kritis menjadi penciptaan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Ini berarti bahwa aspek-aspek penting seperti kreativitas, etika, dan pembelajaran sepanjang hayat sering kali diabaikan.

Baca Juga: Siti Fadilah Supari, Mantan Menteri Kesehatan Era Presiden SBY Ditunjuk Jadi Ketua Timses Paslon Dharma-Kun di Pilkada Jakarta 2024

2. Pengangguran Terdidik: Meskipun pendidikan dianggap sebagai jalan menuju pekerjaan yang lebih baik, banyak lulusan yang tidak dapat menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi mereka.

Ini menciptakan fenomena pengangguran terdidik, di mana orang-orang dengan tingkat pendidikan tinggi tetap menganggur atau bekerja di pekerjaan yang tidak memerlukan kualifikasi akademis mereka.

Keempat Dampak Sosial Kapitalisasi Pendidikan.

Dampak sosial dari kapitalisasi pendidikan sangat luas dan kompleks. Beberapa di antaranya termasuk:

1. Ketimpangan Sosial yang Meningkat: Kapitalisasi pendidikan memperburuk ketimpangan sosial dengan menciptakan jurang antara mereka yang mampu membayar pendidikan berkualitas dan mereka yang tidak. Ini berpotensi menghasilkan stratifikasi sosial yang semakin tajam di masa depan.

Baca Juga: KPK Dinilai Kurang Gercep Usut Polemik Jet Pribadi Kaesang, Netizen Usulkan Logo Baru Komisi Pemberantasan Korupsi: Cocok Banget

2. Penurunan Kualitas Pendidikan Publik: Dengan beralihnya banyak sumber daya dan perhatian ke institusi pendidikan swasta, sekolah negeri sering kali tertinggal dalam hal fasilitas, kualitas pengajaran, dan dukungan administrasi. Ini berdampak negatif pada kualitas pendidikan yang diterima oleh mayoritas siswa yang mengandalkan sekolah negeri.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jangan Biarkan Kota Santri Kehilangan Jati Diri

Jumat, 26 Juni 2026 | 09:40 WIB

Sistem Keulamaan dan Ahwa Permanen dalam NU

Selasa, 16 Juni 2026 | 16:49 WIB

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB
X