Kamis, 4 Juni 2026

UNICEF Perkuat Muatan Pemberdayaan dalam Pendidikan Kesetaraan Paket C

Photo Author
Tim Redaksi Sketsa Nusantara, Sketsa Nusantara
- Kamis, 18 Desember 2025 | 19:50 WIB
Peserta Lokakarya Konsultatif dan Uji Keterbacaan Modul Pemberdayaan Remaja yang diselenggarakan UNICEF. (SketsaNusantara.id)
Peserta Lokakarya Konsultatif dan Uji Keterbacaan Modul Pemberdayaan Remaja yang diselenggarakan UNICEF. (SketsaNusantara.id)

Astatik Bestari*

SketsaNusantara.id - Pendidikan Kesetaraan Paket C merupakan jalur pendidikan nonformal yang memberikan layanan pembelajaran setara Sekolah Menengah Atas bagi masyarakat yang menempuh pendidikan di luar sistem formal. Paket C menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak belajar sepanjang hayat, khususnya bagi murid yang memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan formal. Dalam konteks tersebut, Pendidikan Kesetaraan tidak hanya dimaknai sebagai sarana memperoleh ijazah, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran yang berperan dalam membangun kapasitas murid.

Seiring dengan perkembangan kebijakan pendidikan, perhatian terhadap kualitas pembelajaran di Pendidikan Kesetaraan semakin menguat. Pembelajaran Paket C diarahkan agar mampu menjawab kebutuhan murid yang beragam, baik dari sisi usia, pengalaman belajar, maupun kondisi sosial. Oleh karena itu, penguatan muatan pembelajaran yang relevan dengan kehidupan murid menjadi bagian penting dalam pengembangan Pendidikan Kesetaraan.

United Nations Children’s Fund atau UNICEF Indonesia bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan dukungan terhadap pengembangan Modul Pemberdayaan Remaja untuk Pendidikan Kesetaraan Paket C. Dukungan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu pembelajaran pendidikan nonformal melalui penguatan Muatan Pemberdayaan yang terintegrasi dalam kurikulum Paket C.

Baca Juga: Pramoedya, Bukan Pasar Malam, dan Guru yang Selalu Jadi Korban Sejarah

Sebagai bagian dari proses pengembangan dan penyempurnaan modul, UNICEF Indonesia menyelenggarakan Lokakarya Konsultatif dan Uji Keterbacaan Modul Pemberdayaan Remaja untuk Pendidikan Kesetaraan Paket C pada 16 hingga 17 Desember 2025. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Swiss Belhotel Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten. Lokakarya ini melibatkan unsur pemerintah, akademisi, pendidik, serta perwakilan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat dan Sanggar Kegiatan Belajar.

Dalam kerangka acuan kegiatan yang disusun UNICEF, Pendidikan Kesetaraan dipandang sebagai jalur pembelajaran yang dirancang fleksibel untuk melayani murid dengan latar belakang yang beragam.

Murid Paket C sering kali memiliki pengalaman belajar yang tidak linier, sehingga pembelajaran perlu dirancang kontekstual dan mudah diterapkan. Kondisi ini menuntut pendidik memiliki panduan pembelajaran yang jelas namun tetap memberi ruang penyesuaian.

Baca Juga: Digitalisasi Pendidikan sebagai Momentum Pemuliaan Profesi Guru

Muatan Pemberdayaan dikembangkan untuk mendukung kebutuhan tersebut. Melalui muatan ini, murid didorong untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penguasaan materi akademik. Pembelajaran diarahkan untuk memberi ruang bagi murid dalam mengembangkan keterampilan, mengekspresikan gagasan, serta memahami peran mereka dalam kehidupan sosial.

Pendekatan pemberdayaan dalam Paket C mendorong pembelajaran yang partisipatif. Murid tidak ditempatkan sebagai penerima materi semata, tetapi sebagai subjek pembelajaran yang aktif. Melalui kegiatan diskusi, kerja kelompok, dan refleksi pengalaman, murid didorong untuk membangun pemahaman diri serta kemampuan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Penguatan Muatan Pemberdayaan selaras dengan kebijakan nasional sebagaimana tertuang dalam Keputusan Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Nomor 46 Tahun 2025. Dalam bagian Capaian Pembelajaran Muatan Pemberdayaan, Pendidikan Kesetaraan diarahkan untuk membentuk lulusan yang memiliki kemampuan mengelola diri, bekerja sama, serta berperan dalam lingkungan sosial. Capaian pembelajaran ini menjadi rujukan utama dalam pengembangan dan implementasi modul.

Baca Juga: Guru, Buku dan Peradaban

Lokakarya Konsultatif dan Uji Keterbacaan menjadi ruang penting untuk menelaah kesesuaian Modul Pemberdayaan Remaja dengan capaian pembelajaran tersebut. Dalam kegiatan ini, peserta mengkaji struktur modul, alur pembelajaran, bahasa, serta kegiatan pembelajaran yang dirancang. Aspek keterbacaan dan kemudahan penggunaan menjadi perhatian agar modul dapat diterapkan secara efektif oleh pendidik.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB

Kiprah Kiai Kampung Memajukan Nusantara

Kamis, 5 Februari 2026 | 17:35 WIB

Kebijakan Kuota Haji: Adakah Pelanggarannya?

Senin, 26 Januari 2026 | 09:14 WIB
X