Kecakapan dan ilmu yang dimiliki KH. Suyuthi Abdul Qodir juga membuatnya dipercaya oleh KH. Hasyim Asy’ari.
KH Suyuthi Abdul Qodir sering dimintai tolong untuk mengajar hingga menjadi ‘badal’ dalam pertemuan antar tokoh ulama.
Bahkan pada tahun 1960-an, Suyuthi Abdul Qodir pernah dipercaya menjadi Rais PCNU Kabupaten Pati.
Setelah berkelana mencari ilmu, KH. Suyuthi Abdul Qodir akhirnya pulang ke tanah kelahirannya di Desa Guyangan.
Ia kemudian mendirikan pesantren yang diberi nama Mamba’’ul Ulum yang berarti sumber ilmu.
Selain aktif di dunia kepesantrenan, Mbah Suyuthi juga pernah ‘nyemplung’ di politik.
Pada tahun 1960-an, Kyai Suyuthi Abdul Qodir terpilih sebagai anggota DPRD.
Menjelang akhir hayatnya, KH Suyuthi Abdul Qodir mulai sering sakit-sakitan.
Ia juga pernah dirawat di Rumah Sakit dr. Karyadi Semarang sebelum akhirnya meninggal dunia pada 25 September 1979 lalu.
Berdasarkan situs Kabupaten Pati, KH Suyuthi Abdul Qodir lalu dimakamkan tanah kelahirannya, Desa Guyangan, Trangkil.***
Artikel Terkait
Mengenal Kyai As’ad Syamsul Arifin, Salah Satu Ulama yang Memegang Kunci Penting Pendirian Nahdlatul Ulama
Profil Syarbani Haira, Katib Syuriah PBNU yang Mengundurkan Diri, Pernah Nyaleg hingga Jadi Dosen di Universitas NU Kalsel
Profil KH Anwar Manshur, Pengasuh Ponpes Lirboyo yang Terpilih Jadi Rais Syuriah PWNU Jawa Timur Periode 2024-2029
Profil KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin, Ketua Tanfidz PWNU Jawa Timur Periode 2024-2029, Ternyata Cicit Ulama Besar Indonesia
KH Abdul Ghofur Lamongan: Bukti Nyata Pondok Wali Songo Kini Hadir dengan Fasilitas Lengkap, Sudah Berusia 600 Tahun?