Kamis, 4 Juni 2026

Mengenal Kyai As’ad Syamsul Arifin, Salah Satu Ulama yang Memegang Kunci Penting Pendirian Nahdlatul Ulama

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Jumat, 2 Agustus 2024 | 11:15 WIB
Kyai As’ad Syamsul Arifin, ulama penghubung Nahdlatul Ulama dengan Syekh Cholil Bangkalan. (X @AhmadAf45010507)
Kyai As’ad Syamsul Arifin, ulama penghubung Nahdlatul Ulama dengan Syekh Cholil Bangkalan. (X @AhmadAf45010507)

SketsaNusantara.id - Kyai Raden As’ad Syamsul Arifin, seorang ulama yang lahir pada tahun 1897 di kampung Syi’ib Ali, Makkah, memiliki peran krusial dalam sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama (NU).

Dengan latar belakang bangsawan dari orang tua yang merupakan keturunan Sunan Kudus dan Sunan Ampel, Kyai As’ad memulai perjalanan keilmuannya sejak usia muda.

Setelah belajar di Pondok Pesantren Kembang Kuning di Pamekasan, ia bersama ayahnya, Raden Ibrahim, pindah ke Sukorejo, Banyuputih, Situbondo.

Baca Juga: Sejuta Karomah Kyai Hamid Pasuruan, Salah Satunya Tidak Masuk Akal dan Paling Dikenang Hingga Kini

Ini dilakukannya untuk menyebarkan agama Islam dan mendirikan sebuah pondok pesantren dengan dukungan ulama Semarang.

Pendidikan agamanya berlanjut di Makkah, di mana ia menuntut ilmu di Madrasah Salathiyah dan belajar dari ulama terkenal seperti Syeikh Abbas al-Maliki dan Syeikh Muhammad Amin al-Quthbi.

Sekembalinya dari Makkah, Kyai As’ad tidak langsung mengelola pesantren ayahnya.

Baca Juga: Mbah Shobib Jepara, Wali Nyentrik Bergelar Kyai Sarjana Kubur, Pernah Jadi Khadam Kyai Romli Tamin Rejoso

Sebaliknya, ia mengembara ke berbagai pesantren, termasuk Tebuireng Jombang dan Kademangan Bangkalan, untuk memperdalam ilmu agama.

Di sinilah, sebagai santri Kyai Hasyim Asy’ari, ia diutus untuk membawa pesan restu Kyai Kholil Bangkalan, yang merupakan langkah kunci dalam pendirian NU.

Melansir SketsaNusantara.id dari laman nu.or.id, Kyai As’ad dikenal sebagai mediator ulama yang sangat penting dalam pembentukan NU, menghubungkan pesan dari Kyai Kholil Bangkalan ke Jombang.

Baca Juga: Contoh Teladan dari Kyai Abdul Muchith Muzadi! Sosok Ulama Kharismatik, Wafatnya Sampai Menarik Lautan Manusia

Selain itu, beliau juga merupakan pejuang gigih yang tegas mendukung Pancasila sebagai ideologi negara.

Memainkan peran penting dalam menjaga keutuhan dan kedamaian Indonesia di tengah berbagai perbedaan.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: nu.or.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X