Meski demikian, ia berjanji akan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pihak-pihak terkait.
Baca Juga: Timdu Pemkab Banyuwangi Sosialisasikan Status Lahan yang Berpolemik ke Warga Desa Pakel
Alamsyah juga memastikan bahwa seluruh aktivitas pembangunan akan dihentikan sementara hingga tercapai kesepakatan bersama antara warga, pemerintah daerah, serta DPRD Kabupaten Pasuruan.
Setelah pernyataan tersebut disampaikan, warga akhirnya membubarkan diri dengan tertib, seraya menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal perkembangan komitmen tersebut.
Terkait situasi ini, Forum Komunikasi Tani Sumberanyar bersama warga mengajukan tiga tuntutan utama:
1. Bupati Pasuruan, agar segera menyelesaikan konfik agraria yang terjadi di Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan terkait pembangunan Batalyon 15 TNI AL;
2. Kementerian Pertanahan RI dan Kementerian ATR/BPN RI, agar segera melakukan evaluasi terhadap adanya penolakan pembangunan Batalyon 15 TNI AL dengan membuka segela dokumen-dokumen administrasi terkait secara transparan;
3. Komnas HAM RI, melakukan peninjauan dan penyelidikan terkait adanya dugaan pelanggaran-pelanggaran HAM yang terjadi yang dapat berpotensi menghilangkan hak atas ruang hidup rakyat, khususnya masyarakat petani.
Akar sengketa lahan tersebut berawal pada dekade 1960-an ketika TNI AL disebut mengklaim area tersebut dan diduga mengambil alih tanah garapan masyarakat secara paksa di bawah ancaman senjata.
Ketegangan ini terus berlanjut dan kembali memuncak pada tahun 2007, saat terjadi insiden penembakan yang menewaskan empat petani.
Konflik serupa kembali mencuat pada 2 Juli 2019 melalui sebuah peristiwa salah tembak yang terjadi di kawasan lahan sengketa itu.
Hingga kini, komflik antara TNI AL dengan warga tersebut belum terselesaikan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Ramai Disorot, Dokter Kandungan Ini Tanggapi Kisah Dokter Gia Pratama Soal Rahim Copot: Karena Secara Anatomi
Saluran Irigasi Pertanian Tertutup Bangunan, DPRD Jember Segera Panggil Pengembang Perumahan
48 Persen Kasus Keracunan Berasal dari MBG, Data BGN dan Respons Pemerintah Tegaskan Pentingnya Pembenahan Tata Kelola Program Gizi Nasional
19 Ribu Balpres Ilegal Disita, Kebijakan Baru Menkeu soal Pakaian Sitaan Ungkap Arah Penindakan Terbesar Sepanjang 3 Tahun Terakhir
Praktik ‘Serakahnomic’ di Sektor Pangan: Penggilingan Kecil Tumbang, Beras Premium Dimanipulasi, dan Subsidi Rakyat Dinikmati Pemain Besar
Olby Gigs, Sebuah Upaya Menjaga Kewarasan Dari Muda-mudi Pinggiran Kabupaten Jember
Mengapa Natalius Pigai Tidak Masuk Daftar Reshuffle? Ini Penjelasan Kinerja, Penghargaan, dan Alasan Ia Tetap Dipertahankan Prabowo
Siapa Suami Boiyen? Ini Profil dan Biodata Rully Anggi Akbar yang Punya Gelar Mentereng: Umur, Agama, Pendidikan, Pekerjaan