jelajah

Pondok Pesantren Tertua di Jember? 5 Fakta Sejarah Ponpes Salafiyyah: Berdiri Sejak Tahun 1930-an hingga Mau Diserang PKI

Selasa, 15 April 2025 | 20:30 WIB
Ilustrasi salah satu pondok pesantren tertua di Kabupaten Jember. (freepik.com/ rawpixel.com)

Dikaruniai 9 orang anak, salah satu putranya yang sukses menjadi tokoh keagamaan yaitu Khotib Abdul Karim.

Baca Juga: Ada Batu Ular di Jember? Mengupas Legenda Hewan Buas Raksasa yang Suka Memangsa Kekayaan Laut, Kini Menjadi Sebuah Objek Wisata Paling Nyentrik

Bagimana sejarah cerita KH Khotib bisa dirikan Pondok Pesantren Salafiyyah Curahkates?

Berikut ini SketsaNusantara.id rangkum 4 fakta sejarah Pondok Pesantren Salafiyyah Curahkates, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember.

1) Bermula dari Mimpi KH Khotib Abdul Karim

Berdirinya Pondok Pesantren Salafiyyah Curahkates bermula dari mimpi KH Khotib Abdul Karim yang ingin meneruskan misi Rasulullah SAW.

Baca Juga: Potret Kampung Terpencil di Jember Jaraknya 11,5 Km dari Pusat Kota, Dulu Kebun Cokelat Kini Dikelilingi Tebu

Ia meminta restu kepada sesepuh dan keluarga, termasuk mertuanya untuk berdakwah.

Tak lupa meminta petunjuk dari Allah SWT, KH Khotib Abdul Karim melakukan istikhoroh dan mendapat petunjuk.

Di tempatnya saat itu, yaitu di Masjid Al Faqih terdapat sebuah telaga dan di telaga ini beliau melihat banyak manusia yang sedang mengambil air minum.

Baca Juga: Warisan Sunan Muria yang Dilestarikan hingga Zaman Modern, Tujuannya untuk Melindungi Orang-Orang Sekitar

Dari sini KH Khotib Abdul Karim makin mantap untuk mengentaskan jiwa manusia yang miskin ilmu agama.

2) Berdiri di tahun 1930-an

Dari sejumlah sumber menyebutkan kalau Ponpes Salafiyyah Curahkates ini berdiri di era tahun 1930-an sekitar tahun 1932 sampai 1937.

Di awal tahun, satu per satu saNtri berdatangan menimba ilmu kepada sang kiai.

Halaman:

Tags

Terkini