Minggu, 19 Juli 2026

Pondok Pesantren Tertua di Jember? 5 Fakta Sejarah Ponpes Salafiyyah: Berdiri Sejak Tahun 1930-an hingga Mau Diserang PKI

Photo Author
Anisa Maharani, Sketsa Nusantara
- Selasa, 15 April 2025 | 20:30 WIB
Ilustrasi salah satu pondok pesantren tertua di Kabupaten Jember. (freepik.com/ rawpixel.com)
Ilustrasi salah satu pondok pesantren tertua di Kabupaten Jember. (freepik.com/ rawpixel.com)

Bertambahnya tahun, jumlah santri terus bertambah dan KH Khotib pun terus bersabar memberikan ilmu agama.

Baca Juga: Liburan Asyik Cuma 15 KM Setelah Pusat Kota Pati, Surga Alam Tersembunyi Bisa Jadi Pelarian Sempurna dari Kebisingan

3) Bangunan Awal Pondok

Di tahun 1937, KH Khotib Abdul Karim bersama para santrinya mendirikan gubuk yang terbuat dari bambu di depan masjid Al Faqih.

Bangunan awal yang hanya berupa gubuk itu merupakan cikal bakal pondok pesantren Salafiyyah Curahkates, Jember.

Dengan cara sederhana dan kehidupan yang dijalani apa adanya, santri sang kiai bertambah hingga menjadi ribuan.

Baca Juga: Jadi Rekomendasi Healing Andalan, Inilah Objek Wisata Alam Puncak Rembangan Jember Jawa Timur, Punya HTM Mumer!

Sampai akhirnya dibangunlah asrama santri dan gubuk cikal bakal ponpes tersebut saat ini telah menjadi gedung madrasah.

4) Pernah Mau Diserbu PKI

Punya ribuan santri dan ramai yang menimba ilmu agama, di tahun-tahun kemerdekaan, Pondok Pesantren Salafiyyah pernah mau diserbu PKI (Partai Komunis Indonesia).

Saat itu, sekitar tahun 1950-an, terdengar kabar jika pasukan PKI akan menyerang ponpes.

Baca Juga: Melihat Situs Beteng Semboro Jember Jawa Timur, Jadi Saksi Bisu Pertempuran Era Majapahit yang Tak Terlupakan!

Namun, KH Khotib Abdul Karim sudah mengetahuinya. Hal yang mencengangkan yaitu tak tahu apa yang dilakukan sang kiai hingga bisa membuat pasukan PKI kesasar saat hendak menyerang pondok.

5) Pemberian Nama Ponpes

Awalnya, pondok pesantren yang diasuh oleh KH Khotib Abdul Karim belum memiliki nama, masyarakat hanya menyebutnya pondok Curahkates.

Halaman:

Editor: Anisa Maharani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X