Minggu, 19 Juli 2026

Berlayar sejak Tahun 1500, Kapal 7 Layar ini adalah Bukti Keperkasaan Pelaut Indonesia yang Mendunia

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 12 April 2025 | 13:00 WIB
Ilustrasi, kapal kebanggaan nenek moyang para pelaut Nusantara. (Pexels/Gordon Plant )
Ilustrasi, kapal kebanggaan nenek moyang para pelaut Nusantara. (Pexels/Gordon Plant )

SketsaNusantara.id - Indonesia seharusnya dikenal sebagai negara maritim dengan nenek moyang para petualang bahari, persis seperti nyanyian anak-anak sekolah di masa lalu.

Ada banyak jenis kapal warisan dari nenek moyang pelaut di Nusantara. Bukan sekadar moda transportasi laut, tetapi simbol kejayaan masa lalu yang tak lekang oleh waktu.

Sebuah kapal yang tampak perkasa namun memesona, menggambarkan semangat petualangan yang mengalir di darah para leluhur.

Baca Juga: I Love Mutiara Tembus Kapal Pesiar, UMKM Lombok Ini Sukses Ekspor Berkat BRI dan Raup Omzet Ratusan Juta hingga Jutaan Dolar

Kapal ini tak dibangun dengan teknologi modern, namun dengan kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.

Setiap bagian tubuh kapal punya cerita. Setiap kayunya dipilih dengan kehati-hatian, setiap layarnya diikat dengan filosofi.

Kapal yang dimaksud ialah pinisi, mahakarya maritim dari timur Indonesia. Sulit membicarakan sejarah maritim Nusantara tanpa menyebut kapal pinisi.

Baca Juga: Mudik Tanpa Ribet! Kini Pesan Tiket Kapal Bisa Langsung di BRImo, Praktis dan Cepat

Dilansir SketsaNusantara.id dari Kemenparekraf.go.id, kapal tradisional ini berasal dari Bulukumba, Sulawesi Selatan, dan sudah dikenal sejak tahun 1500-an.

Suku Konjo, Bugis, dan Mandar adalah 3 suku utama yang membangun dan mengoperasikan kapal ini.

Konon, kapal pinisi menjadi salah satu bukti bahwa leluhur bangsa Indonesia adalah pelaut ulung yang mampu menjelajahi samudra luas jauh sebelum kapal-kapal Eropa tiba di perairan Nusantara.

Ciri khas kapal pinisi yang paling mencolok adalah 7 layar yang berkibar gagah, serta 2 tiang utama yang menyangga tubuh kapal.

Bentuknya ramping namun kuat, sangat cocok untuk menjelajah samudra luas. Bahan utama kapal ini adalah kayu pilihan yang dikenal tahan lama dan tangguh.

Ada 4 jenis kayu yang lazim digunakan, yakni kayu besi, kayu bitti, kayu kandole, dan kayu jati. Semua jenis kayu ini tidak hanya dipilih karena kekuatannya, tetapi juga karena dianggap memiliki “jiwa” dalam filosofi masyarakat pembuatnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Kemenparekraf.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X