Pada masa lampau, pinisi berfungsi sebagai kapal dagang antar pulau, bahkan antar negara. Kapal ini melintasi lautan membawa rempah, kain, dan barang-barang dagangan lainnya.
Para pelaut yang mengendarainya dikenal gagah berani, tangguh menghadapi badai, dan hafal arah angin. Tanpa bantuan kompas modern, mereka mengandalkan bintang dan arah angin sebagai penunjuk jalan.
Kini, seiring perkembangan zaman, fungsi pinisi mulai bergeser. Tak lagi hanya sebagai alat transportasi laut atau perdagangan, pinisi kini menjadi ikon wisata bahari yang menarik perhatian dunia. ***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Bukan Sekadar Kentongan! Inilah Evolusi Musik Patrol Jember dari Ronda Malam, Merpati hingga Pentas Nasional
Kuliner Kesukaan Ir Soekarno Presiden Pertama RI! Suguhan yang Punya Aroma Menyengat, Meski Tampak Busuk Tapi Punya Khasiat Melimpah
Asal Usul Desa Mlorah di Nganjuk
Siapa Yama Carlos? Mengenal Sosok Aktor Senior yang Tantang Tinju Bung Towel usai Kritik Timnas U-17
Melegenda! Intip Kilas Balik Prestasi Titiek Puspa yang Diraihnya Selama di Dunia Musik