Minggu, 19 Juli 2026

Akibat Takdir Mimpi Bertemu Rasulullah SAW hingga 3 Kali, Tokoh Wali Songo ini Lahir dari 2 Kerajaan Besar

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 12 April 2025 | 14:30 WIB
Ilustrasi jejak Wali Songo. (Pexels/Michelle Chadwick)
Ilustrasi jejak Wali Songo. (Pexels/Michelle Chadwick)

SketsaNusantara.id - Mimpi bisa menjadi jalan takdir yang luar biasa. Begitulah awal kisah lahirnya salah satu tokoh besar Wali Songo.

Sang paman dari tokoh Wali Songo ini bermimpi bertemu Rasulullah SAW 3 kali. Mimpi itu menjadi awal dari perubahan besar, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi sejarah Islam di Nusantara.

Dari Kerajaan Pajajaran hingga Mesir, kisah ini menghubungkan raja-raja, guru spiritual, dan tokoh penyebar Islam yang abadi dalam sejarah, yakni Sunan Gunung Jati.

Baca Juga: 4 Wisata Religi di Surabaya untuk Liburan Bersama Keluarga di Hari Raya Idul Fitri, Ada Ziarah Wali Songo hingga Masjid Cheng Hoo

Sunan Gunung Jati adalah salah satu anggota Wali Songo yang dikenal sebagai penyebar Islam di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Namun, kisah kelahirannya bukanlah cerita biasa. Ia lahir dari garis keturunan 2 kerajaan besar, Pajajaran di tanah Sunda dan Kesultanan Mesir.

Kisah ini dilansir SketsaNusantara.id dari salah satu kajian Fahruddin Faiz yang diunggah di kanal Youtube Channel Ngaji Filsafat, pada Minggu 6 April 2025.

Baca Juga: Puasa dan Wali Songo: Rahasia Kuno yang Membentuk Masyarakat Jawa hingga Zaman Sekarang

Ibunya, Roro Santang, adalah putri dari Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi, raja besar dari Kerajaan Pajajaran.

Ia memiliki seorang kakak bernama Pangeran Walang Sungsang. Suatu malam, Pangeran Walang Sungsang mengalami mimpi yang sangat mengguncang, bertemu Rasulullah SAW sebanyak 3 kali.

"Pangeran ini suatu ketika bermimpi bertemu Rasulullah SAW sampai 3 kali. Mimpi itu membuatnya gelisah, sehingga ia meminta izin kepada ayahnya untuk berguru agama Islam," tutur Fahruddin Faiz.

Baca Juga: 4 Cara Unik Wali Songo Mengajarkan Puasa Ramadhan ke Masyarakat Nusantara

Namun, permintaan itu ditolak. Karena hasrat yang tak terbendung untuk mencari kebenaran, ia memutuskan meninggalkan istana secara diam-diam.

Sang adik, Roro Santang, ikut serta dalam perjalanan itu. Mereka akhirnya sampai di Gunung Jati, tempat tinggal seorang ulama besar bernama Syekh Datuk Kahfi.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Youtube Channel Ngaji Filsafat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X