Minggu, 19 Juli 2026

Warisan Wali Songo? Tradisi Penyucian Diri Umat Islam Yogyakarta Sebelum Ramadhan Tiba agar Bersih Jiwa dan Raga

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 10 Februari 2025 | 06:00 WIB
Ilustrasi, ritual padusan di Yogyakarta menyambut bulan suci Ramadhan. (Pexels/Quang Nguyen Vinh)
Ilustrasi, ritual padusan di Yogyakarta menyambut bulan suci Ramadhan. (Pexels/Quang Nguyen Vinh)

SketsaNusantara.id - Ada banyak tradisi yang unik dari berbagai wilayah Indonesia saat menyambut bulan Ramadhan.

Masing-masing tradisi tersebut memiliki keunikan khas dengan makna filosifis yang mendalam. Salah satunya adalah tradisi penyucian diri oleh masyarakat Yogyakarta dalam menyambut kedatangan bulan Ramadhan.

Masyarakat Yogyakarta memiliki cara unik dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Baca Juga: Warisan Sunan Kalijaga: Asal-usul Apem Jadi Simbol Megengan Menjelang Bulan Puasa Ramadhan

Dilansir SketsaNusantara.id dari situs Kemenparekraf, tradisi yang disebut Padusan ini masih lestari hingga sekarang. Seperti namanya yang berasal dari kata "padus" dalam bahasa Jawa, ritual ini berupa mandi atau berendam di sumber air.

Padusan bukan sekadar mandi biasa, tetapi memiliki makna mendalam bagi umat Islam. Tradisi ini menjadi simbol penyucian diri, baik secara lahir maupun batin, sebelum memasuki bulan penuh berkah.

Masyarakat percaya bahwa dengan Padusan, mereka bisa menjalankan ibadah dengan hati yang lebih bersih dan jiwa yang lebih tenang.

Baca Juga: Kapan Waktu Terakhir Bayar Hutang Puasa Ramadhan? Ustadz Abdul Somad: Siapa yang Mengganti di Bulan Sya’ban...

Selain sebagai simbol kebersihan fisik, Padusan juga menjadi momen refleksi diri. Setiap orang diajak untuk merenungkan kesalahan yang telah dilakukan, sehingga mereka dapat menyambut Ramadhan dengan tekad yang lebih baik.

Oleh karena itu, Padusan menjadi tradisi yang tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga spiritual.

Tidak diketahui pasti kapan tradisi Padusan pertama kali muncul. Namun, banyak sejarawan meyakini bahwa ritual ini telah dilakukan turun-temurun sejak masa penyebaran Islam di Jawa.

Baca Juga: Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadhan Hingga Jadwal Lebaran Idul Fitri 2025 Mendatang, Kapan?

Tradisi ini diduga berkaitan dengan ajaran para Wali Songo yang mengenalkan Islam dengan pendekatan budaya.

Pada zaman dahulu, Padusan umumnya dilakukan di sumber mata air alami, seperti sungai, mata air, atau sendang.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: kemenparekraf.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X