SketsaNusantara.id - Bulan Sya’ban merupakan bulan terakhir sebelum datangnya bulan suci Ramadhan.
Menjelang bulan suci tersebut, umat Islam diperintahkan untuk segera melunasi hutang puasa pada bulan Ramadhan tahun lalu.
Terdapat 2 cara dalam melunasi hutang puasa yakni dengan cara mengqadha puasa atau membayar fidyah.
Lantas bolehkan mengqadha puasa Ramadhan tahun lalu di bukan Sya’ban?
Dikutip SketsaNusantara.id dari situs Kementrian Agama Provinsi Bali, ada 2 pendapat ulama tentang waktu batas akhir untuk membayar puasa Ramadhan tahun lalu berdasarkan Kitab Al-Mausu’ah Al Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah.
Menurut ulama Syafiiyah dan Hanabilah, waktu terakhir untuk mengqadha puasa Ramadhan yang lalu adalah hingga datangnya bulan Ramadhan berikutnya.
Sementara ulama Hanafiyah berpendapat, tdiak ada batasan akhir untuk qadha puasa Ramadhan.
Sementara itu, ustadza Abdul Somad mengungkapkan kapan waktu terakhit untuk mengqadha puasa Ramadhan.
“Besok pagi Ramadhan, boleh puasa qadha hari ini,” tuturnya seperti dikutip dari cuplikan video ceramahnya yang diunggah akun TikTok @masra3589.
Baca Juga: Penuh Keutamaan, Ustadz Abdul Somad Anjurkan Umat Islam Isi Bulan Rajab dengan 4 Amalan Berikut
Ulama yang akrab disapa UAS ini juga menambahkan, kapan waktu untuk mengqadha puasa Ramadhan di bulan Sya’ban.
Artikel Terkait
13 Waktu Mustajab untuk Berdoa Beserta Haditsnya, Bisa Diamalkan dan Perbanyak di Bulan Syaban
Bulan Syaban Seharusnya Melakukan Ibadah Apa? Hiasi Hati dengan Perbanyak 1 Amalan Ini
Rahasia 3 Kebahagiaan dalam Islam: Buya Hamka dan Pemikirannya Menurut Fahruddin Faiz
Baca 202 Kali Setiap Hari Amalan Ijazah dari Mbah Moen: Rezeki Bakal Melimpah dari Allah SWT
Bahaya, Inilah Dampak dari Meninggalkan Sholat, Buya Yahya Berikan 4 Tips agar Tidak Malas Beribadah: Jangan Merasa Sudah Baik