Minggu, 19 Juli 2026

Akibat Takdir Mimpi Bertemu Rasulullah SAW hingga 3 Kali, Tokoh Wali Songo ini Lahir dari 2 Kerajaan Besar

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 12 April 2025 | 14:30 WIB
Ilustrasi jejak Wali Songo. (Pexels/Michelle Chadwick)
Ilustrasi jejak Wali Songo. (Pexels/Michelle Chadwick)

Di sanalah mereka berdua berguru dan mendalami ajaran Islam.

Baca Juga: Bangun Tidur Jangan Cuma Rebahan! Coba Doa dan Amalan Pagi dari Wali Songo

Setelah masa belajar mereka selesai, Syekh Datuk Kahfi memerintahkan mereka untuk membuka sebuah kawasan baru di selatan Gunung Jati.

Daerah itu kemudian dikenal sebagai Tegal Alang-Alang. Di bawah kepemimpinan Pangeran Walang Sungsang yang kini bergelar Cakra Buana, wilayah tersebut berkembang pesat.

Tegal Alang-Alang berubah menjadi pelabuhan yang ramai dan dikenal dengan nama Caruban, yang kelak menjadi cikal bakal berdirinya Kerajaan Cirebon. Nama "Cirebon" sendiri berasal dari "ci" (air) dan "rebon" (udang kecil), merujuk pada mata pencaharian penduduknya sebagai pencari udang.

Suatu ketika, Syekh Datuk Kahfi memerintahkan keduanya untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Dalam perjalanan itu, mereka singgah di Mesir dan bertemu Sultan Abdullah, penguasa negeri itu.

Sultan tersebut terpikat pada Roro Santang dan kemudian menikahinya. Sejak saat itu, Roro Santang dikenal sebagai Syarifah Mudaim.

Pasangan tersebut menetap di Mesir selama sekitar tiga tahun. Di sanalah lahir seorang anak laki-laki bernama Syarif Hidayatullah, yang kelak dikenal sebagai Sunan Gunung Jati.

Ia dibesarkan dengan pendidikan keislaman yang kuat dan wawasan yang luas, baik dari ibunya yang berdarah raja Sunda maupun dari ayahnya, seorang sultan Mesir.

Sunan Gunung Jati kembali ke tanah Jawa dan melanjutkan misi dakwahnya.

Ia menjadi salah satu tokoh sentral dalam penyebaran Islam di tanah Pasundan dan pesisir utara Jawa. Jejak spiritualnya tidak hanya terasa di Cirebon, tapi juga meluas hingga Banten dan wilayah lain di Nusantara.

Maka, jika kita menelusuri akar sejarahnya, Sunan Gunung Jati bukan sekadar tokoh penyebar Islam.

Ia adalah hasil dari pertemuan lintas budaya, lintas kerajaan, dan lintas spiritual yang semuanya bermula dari satu hal, mimpi bertemu Rasulullah SAW.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Youtube Channel Ngaji Filsafat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X