Kamis, 4 Juni 2026

Mengapa Jamu Identik dengan Perempuan? Menelisik Sejarah Minuman Herbal Tersohor Khas Jawa dengan Khasiatnya yang Luar Biasa

Photo Author
Sinta Dewi Utami, Sketsa Nusantara
- Selasa, 6 Agustus 2024 | 07:35 WIB
Serba-serbi Minuman Jamu.   (Instagram.com/@saffinabermawi.)
Serba-serbi Minuman Jamu. (Instagram.com/@saffinabermawi.)

SketsaNusantara.id - Jamu adalah minuman tradisional yang dipercaya sebagai obat herbal untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit.

Ada yang mengartikan jamu gabungan dari dua kata yakni “Jawa” dan “ngramu”, sehingga mengandung arti ramuan yang dibuat oleh orang Jawa.

Selanjutnya ada teori lainnya yang menyebutkan bahwa jamu berasal dari bahasa Jawa Kuno yakni "Djampi" yang berarti metode penyembuhan dengan ramuan herbal.

Baca Juga: Tega! Ayah di Pinrang Sulsel Aniaya Anak Balitanya Sendiri Usai Ditinggal Istri Pergi, Pelaku Mengaku Tak Sadar Gegara Kesurupan?

Sebagian besar masyarakat Indonesia mengkonsumsi jamu yang dijual oleh penjual jamu gendong dan biasanya lewat di depan rumah.

Bahan-bahan jamu identik dengan kunyit, temulawak, lengkuas, kencur, hingga kayu manis.

Selain itu, minuman jamu juga sering ditambahkan dengan gula batu dan jeruk nipis sebagai penyegar dan pemanis.

Baca Juga: Bermodal Keris dan Tombak, Legiun Mangkunegaran Dijuluki Pasukan Paling Modern Se-Asia, Aib dan Pengkhianat Tanah Jawa?

Uniknya, walaupun tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan tidak ada spesifikasi khusus untuk penjual jamu, namun mengapa jamu identik dengan Pulau Jawa dan perempuan?

Dilansir SketsaNusantara.id dari website @kemenparekraf.go.id, ternyata nama jamu sendiri berasal dari bahasa Jawa kuno, yakni jampi dan usodo yang memiliki arti penyembuhan dengan menggunakan ramuan obat atau doa-doa.

Istilah ini banyak ditemukan pada naskah kuno "Gatotkacasraya" yang ditulis oleh Mpu Panuluh dari Kerajaan Kediri pada masa pemerintahan Raja Kertajaya.

Baca Juga: Icip-Icip Menu Sarapan Pangeran Diponegoro bak Nostalgia Tahun 1830, Makanan Khas Jawa Tengah Ini Mirip Krim Sup dan Harganya...

Jamu juga diketahui sudah ada sejak zaman Kerajaan Mataram yang didukung oleh penemuan artefak cobek dan ulekan pada salah satu artefak yang berada di situs arkeologi Liyangan yang berada di lereng Gunung Sindoro, Jawa Tengah.

Alat pembuat jamu juga banyak ditemukan di daerah sekitar Yogyakarta dan Surakarta, tepatnya di Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X