SketsaNusantara.id- Tape merupakan jajanan tradisional khas Betawi yang terbuat dari singkong yang difermentasi, dimana pembuatannya tidak semudah yang dibayangkan.
Tape harus melewati beberapa proses, mulai dari perendaman, pengukusan, pendinginan, pengukusan lagi, hingga proses fermentasi.
Proses fermentasi pada pembuatan tape yang diketahui memakan waktu cukup lama, juga ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan secara sembarangan.
Ada beberapa mitos yang masih dipercaya orang-orang pada proses membuat tape ini, terutama saat menaburkan ragi di adonan tape.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal Youtube @KISMIS (Kisah Misteri), berikut ini mitos yang melingkupi saat membuat tape yang masih diyakini hingga sekarang.
1. Menjaga Emosi
Orang yang membuat tape harus dalam kondisi emosi yang stabil, terutama saat proses peragian.
Hal tersebut karena pikirannya tidak bisa fokus dan akan berpengaruh pada hasil pada hasil akhir dari tape yang dibuat.
Seseorang yang membuat tape dengan emosinya yang tidak bisa dikendalikan, maka proses peragian akan jadi tidak rata serta hasilnya akan gagal dengan potensi tekstur keras dan rasa yang asam.
Baca Juga: Beredar Narasi GP Ansor Didirikan Habib dan Syarifah, Bukan Cuma Sejarah NU yang Dibelokkan?
2. Tidak dalam Kondisi Menstruasi
Syarat tersebut khusus bagi kalangan perempuan yang dilarang ikut dalam proses peragian tape jika sedang dalam masa menstruasi.
Artikel Terkait
Mitos dan Legenda Malam 1 Suro, Dipercaya Akan Datangnya Sosok Penting Pelindung Masyarakat Jawa
Kenapa Sunan Kudus mendukung Arya Penangsang? Kisah di Balik Suksesi Kesultanan Demak hingga Muncul Mitos Masjid Demak
Mitos Puncak Gunung Lawu, Konon Jadi Tempat Pengasingan Prabu Majapahit Brawijaya VĀ
Seru! SMKN 1 Klabang, Bondowoso Ajak Siswa Bermain Mitos Fakta untuk Cegah Kekerasan di Sekolah
Mitos Munculnya Rujak Cingur, Hidangan Melegenda dari Surabaya, Ternyata Berasal dari Tempat yang Tak Disangka
Dianggap Netizen Percaya Mitos, Momen Kocak Al Ghazali dan Alyssa Daguise Curi Bunga Melati Pernikahan Aaliyah dan Thariq Halilintar