Minggu, 19 Juli 2026

Mitos dan Legenda Malam 1 Suro, Dipercaya Akan Datangnya Sosok Penting Pelindung Masyarakat Jawa

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Jumat, 5 Juli 2024 | 12:30 WIB
Mitos malam 1 suro dalam masyarakat Jawa.   (Pixabay/hunny0001)
Mitos malam 1 suro dalam masyarakat Jawa. (Pixabay/hunny0001)

 

SketsaNusantara.id - Masyarakat Jawa merayakan tahun baru Islam dengan sebutan malam 1 Suro, sebuah tradisi yang berasal dari Kerajaan Mataram Islam dan diinisiasi oleh Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma (1613-1645).

Sultan Agung ingin mengganti Kalender Saka (kalender Jawa dan Hindu) dengan kalender yang sesuai dengan penanggalan agama Islam.

Selain itu, malam 1 Suro juga dikenal dengan mitos kedatangan Aji Saka ke Pulau Jawa yang dikisahkan mampu membebaskan rakyat dari cengkeraman makhluk gaib.

Baca Juga: Jejak Akulturasi Hindu, Jawa dan Islam pada Masjid Tertua di Solo, Dibangun Leluhur Mataram Islam Berdarah Majapahit

Setiap tahun, Kesultanan Yogyakarta, Kasunan Surakarta, dan Kasepuhan Cirebon rutin mengadakan berbagai ritual untuk memperingati malam satu Suro.

Lalu Siapakah Sebenarnya Aji Saka?

Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube mliwis ireng, Aji Saka disebut-sebut berasal dari Bumi Majeti, sebuah negeri antah-berantah yang mitologis.

Baca Juga: Jauh Sebelum Era Wali Songo, Fatimah Binti Maimun, Bukti Keterlibatan Perempuan dalam Sejarah Penyebaran Agama Islam di Tanah Jawa?

Ada yang menafsirkan bahwa Aji Saka berasal dari Jambudwipa (India) dari suku Shaka (Scythia), sehingga ia dinamai Aji Saka (Raja Shaka).

Legenda ini melambangkan kedatangan ajaran dan peradaban Hindu-Buddha ke Pulau Jawa.

Namun, ada juga penafsiran lain yang menyatakan bahwa kata Saka berasal dari bahasa Jawa, yang berarti penting, pangkal, atau asal-mula.

Baca Juga: Sunan Gunung Jati Nikahi Putri Kaisar Tiongkok karena Tebak Kehamilan, Karomah Wali Songo Ini Cikal Bakal Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa

Sehingga namanya bermakna "raja asal-mula" atau "raja pertama".

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: YouTube mliwis ireng

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X