SketsaNusantara.id - Surakarta memiliki satu pasukan elit yang terkenal modern di Nusantara bahkan Asia.
Pasukan tersebut dinamakan sebagai Legiun Mangkunegaran, yang beroperasi pada tahun 1808.
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkunegara II adalah pemimpin dari pasukan ini hingga satu abad lamanya.
Legiun Mangkunegaran didirikan oleh Daendels pada 29 Juli 1808 yang terinspirasi dari militer Perancis di bawah pimpinan Napoleon Bonaparte.
Baca Juga: Doa Auto Lekas Dikabulkan, Emang Bisa? Pakai Amalan Bacaan Al Quran, Ustadz Adi Hidayat: Ada 2 Surah
Kala itu militer Prancis yang terkenal dengan sebutan Grand Army adalah pasukan paling kuat di dunia.
Dari struktur organisasi hingga persenjataan pasukan yang bermarkas di Surakarta ini mengadopsi standar militer Eropa.
Uniknya meski disebut-sebut sebagai pasukan paling modern di Nusantara hingga Asia, Legiun Mangkunegaran tetap mempertahankan sejata khas Jawa yaitu keris, tombak, dan pedang.
Meski aslinya pasukan ini juga memiliki senjata modern seperti pistol, antileri, senapan, dan lain sebagainya.
Berbagai sumber menyebutkan jika Legiun Mangkunegaran adalah wujud aib dan penghianatan di tanah Jawa.
Hal ini mendasar pada peritiwa penggerebekan Kraton Yogyakarta yang menewaskan Tumenggung Sumodiningrat dalam peristiwa Geger Sepehi atai Sepoy.
Dalam peristiwa itu Pangeran Mangkunegara II berkoalisi dengan Inggris dan tentara Sepoy India memborbardir benteng pertahanan keraton Yogyakarta hingga menewaskan panglima perang keraton, Tumenggung Sumodiningrat.
Legiun Mangkunegaran waktu itu memiliki 1.150 prajurit yang terdiri dari 800 prajurit infanteri, 100 prajurit penyerbu, 200 prajuri kavaleri, 50 prajurit meriam.
Artikel Terkait
Mengenal Bregada Wirabraja Prajurit Keistimewaan Keraton Yogyakarta, Benarkah Punya Filosofi Pemberani dan Peka?
Makam di Tengah Jalan Purwokerto: Kisah Ragasemangsang Tokoh Jahat Pemilik Aji Pancasona, Benarkah Tidak Bisa Dipindahkan?
Tercantum di Serat Centhini, Ini Sejarah Serabi Solo, Kuliner Khas dengan Cita Rasa Gurih Manis
Makanan Jawa Selalu Manis, Benarkah Begitu? Ternyata Ada Alasan dan Sejarah Panjang Dibaliknya!
Asal Usul Nama Prawiro, Dulu Jadi Gelar, Kini Banyak Dipakai di Yogyakarta dan Jawa Tengah, Trah Terbanyak di Jawa?