Pasukan ini juga banyak terlibat dalam pertempuran besar seperti perang Aceh yang menyulitkan Belanda pada tahun 1873 hingga 1904, perang di tanah Jawa pada tahun 1825-1830, dan perang menghadapi tentara Jepang pada tahun 1942.
Meski dipimpin oleh Mangkunegara II, Legiun Mangkunegara tetap berada di bawah komendo dari Gubernur Hindia Belanda.
Namun ketika Hindia Belanda jatuh ke tangan Inggris, Legiun Mangkunegara berada di bawah komando Inggris.
Pasukan Legiun Mangkunegara jugalah yang menghancurkan benteng pertahanan Pangeran Diponegoro.
Jelang Kemerdekaan Indonesia Legiun Mangkunegera berhasil dibubarkan, statusnya pada saat itu hanya sebagai abdi dalem penjaga istana.
Tahun 1945 secara resmi Mangkunegara VII membubarkan pasukan Legiun Mangkunegara karena dirasa sudah tidak relevan lagi setelah hadirnya Tentara Nasional Indonesia.
Melansir dari akun TikTok homestayjogja.co.id Legiun Mangkunegaran disebut sebagai salah satu cara untuk memuluskan politik adu domba Belanda kepada rakyat Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Mengenal Bregada Wirabraja Prajurit Keistimewaan Keraton Yogyakarta, Benarkah Punya Filosofi Pemberani dan Peka?
Makam di Tengah Jalan Purwokerto: Kisah Ragasemangsang Tokoh Jahat Pemilik Aji Pancasona, Benarkah Tidak Bisa Dipindahkan?
Tercantum di Serat Centhini, Ini Sejarah Serabi Solo, Kuliner Khas dengan Cita Rasa Gurih Manis
Makanan Jawa Selalu Manis, Benarkah Begitu? Ternyata Ada Alasan dan Sejarah Panjang Dibaliknya!
Asal Usul Nama Prawiro, Dulu Jadi Gelar, Kini Banyak Dipakai di Yogyakarta dan Jawa Tengah, Trah Terbanyak di Jawa?