Kamis, 4 Juni 2026

Asal Usul Nama Prawiro, Dulu Jadi Gelar, Kini Banyak Dipakai di Yogyakarta dan Jawa Tengah, Trah Terbanyak di Jawa?

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Senin, 5 Agustus 2024 | 20:00 WIB
Ilustrasi nama Prawiro dan asal usulnya (Pixabay/masbebet)
Ilustrasi nama Prawiro dan asal usulnya (Pixabay/masbebet)

SketsaNusantara.id - Sentot Prawirodirdjo (Sentot Ali Pasha) dan Radius Prawiro merupakan dua dari sekian banyak tokoh penting dalam sejarah Indonesia baik sebelum maupun sesudah kemerdekaan.

Sentot Prawirodirdjo merupakan Panglima Perang pasukan Pangeran Diponegoro saat Perang Jawa (1825-1830).

Sementara Radius Prawiro adalah ekonom yang pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia periode 1983-1988.

Baca Juga: Makanan Jawa Selalu Manis, Benarkah Begitu? Ternyata Ada Alasan dan Sejarah Panjang Dibaliknya!

Keduanya sama-sama memiliki nama Prawiro, yang disebut-sebut sebagai trah terbanyak di Indonesia, namun benarkah demikian?

Dikutip SketsaNusantara.id dari akun TikTok @mas_ijals, nama Prawiro banyak dipakai di Yogyakarta, Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Prawiro disebut-sebut sebagai sebuah klan atau trah yang unik di suku Jawa.

Baca Juga: Tercantum di Serat Centhini, Ini Sejarah Serabi Solo, Kuliner Khas dengan Cita Rasa Gurih Manis

Walau begitu, penggunaan nama Prawiro di belakang nama tidak selalu menunjukkan ikatan persaudaraan.

Dalam video yang diunggah tanggal 29 Juni 2024 tersebut, ada 3 asal usul penggunaan nama Prawiro.

Namun sebelumnya, Prawiro sendiri dulu digunakan sebagai gelar atau julukan bagi prajurit kuat dan pemberani.

Baca Juga: Makam di Tengah Jalan Purwokerto: Kisah Ragasemangsang Tokoh Jahat Pemilik Aji Pancasona, Benarkah Tidak Bisa Dipindahkan?

Selain itu, dari artinya, Prawiro sendiri berarti prajurit, berani dan perwira seperti dikutip SketsaNusantara.id dari situs Pariwisata Yogyakarta.

Itulah sebabnya, kisah tutur yang beredar di masyarakat menyebutkan asal usul nama Prawiro berasal dari keluarga para prajurit tersebut.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: pariwisata.jogjakota.go.id, TikTok @mas_ijals

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X