SketsaNusantara.id - Sentot Prawirodirdjo (Sentot Ali Pasha) dan Radius Prawiro merupakan dua dari sekian banyak tokoh penting dalam sejarah Indonesia baik sebelum maupun sesudah kemerdekaan.
Sentot Prawirodirdjo merupakan Panglima Perang pasukan Pangeran Diponegoro saat Perang Jawa (1825-1830).
Sementara Radius Prawiro adalah ekonom yang pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia periode 1983-1988.
Baca Juga: Makanan Jawa Selalu Manis, Benarkah Begitu? Ternyata Ada Alasan dan Sejarah Panjang Dibaliknya!
Keduanya sama-sama memiliki nama Prawiro, yang disebut-sebut sebagai trah terbanyak di Indonesia, namun benarkah demikian?
Dikutip SketsaNusantara.id dari akun TikTok @mas_ijals, nama Prawiro banyak dipakai di Yogyakarta, Jawa Tengah hingga Jawa Timur.
Prawiro disebut-sebut sebagai sebuah klan atau trah yang unik di suku Jawa.
Baca Juga: Tercantum di Serat Centhini, Ini Sejarah Serabi Solo, Kuliner Khas dengan Cita Rasa Gurih Manis
Walau begitu, penggunaan nama Prawiro di belakang nama tidak selalu menunjukkan ikatan persaudaraan.
Dalam video yang diunggah tanggal 29 Juni 2024 tersebut, ada 3 asal usul penggunaan nama Prawiro.
Namun sebelumnya, Prawiro sendiri dulu digunakan sebagai gelar atau julukan bagi prajurit kuat dan pemberani.
Selain itu, dari artinya, Prawiro sendiri berarti prajurit, berani dan perwira seperti dikutip SketsaNusantara.id dari situs Pariwisata Yogyakarta.
Itulah sebabnya, kisah tutur yang beredar di masyarakat menyebutkan asal usul nama Prawiro berasal dari keluarga para prajurit tersebut.
Artikel Terkait
Mengulik Asal Usul Daerah Gubed yang yang Jadi Saksi Bisu Perjuangan Pangeran Diponegoro di Jawa Tengah, Lokasinya Ada di...
Asal Usul Istilah Dalang dalam Wayang Kulit, Salah Satu Warisan Budaya yang Telah Diakui UNESCO
Selain Punya Hak Istimewa Seperti Yogyakarta dan Aceh, Ini Alasan Masyarakat Banten Ingin Pisah dari Jawa Barat
Sejarah Batagor Khas Jawa Barat dan Alasan di Balik Makanan Sunda yang Selalu Punya Nama Unik
Di Mana Ujung Selokan Mataram Yogyakarta? Panjangnya 30 Kilometer, Penyelamat dari Kerja Paksa Jepang
Mengenal Bregada Wirabraja Prajurit Keistimewaan Keraton Yogyakarta, Benarkah Punya Filosofi Pemberani dan Peka?