Minggu, 19 Juli 2026

Mengulik Asal Usul Daerah Gubed yang yang Jadi Saksi Bisu Perjuangan Pangeran Diponegoro di Jawa Tengah, Lokasinya Ada di...

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 27 Juli 2024 | 21:15 WIB
Potret Desa Jatiluhur yang terdapat tempat bernama Gubed, jejak Pangeran Diponegoro melawan Belanda  (kebumenkab.go.id)
Potret Desa Jatiluhur yang terdapat tempat bernama Gubed, jejak Pangeran Diponegoro melawan Belanda (kebumenkab.go.id)

SketsaNusantara.id - Tak banyak yang tahu, sebuah tempat yang bernama Gubed yang berada di Jawa Tengah ternyata menyimpan sejuta kisah sejarah.

Tempat yang berada di perbukitan Kebumen tersebut dipercaya pernah menjadi saksi bisu pertempuran sengit antara Pangeran Diponegoro dan pasukan kolonial Belanda.

Pangeran Diponegoro merupakan pahlawan nasional karismatik, sosok sentral dalam Perang Jawa yang menjadi salah satu perang terbesar dalam sejarah kolonialisme Indonesia pada tahun 1825 hingga 1830.

Baca Juga: Konon Dilindungi Kabut Gaib, Benteng Pangeran Diponegoro di Margolunyu Kebumen Masih Ada Sampai Sekarang?

Beliau memimpin Perang Jawa dengan memanfaatkan wilayah terpencil untuk membangun benteng dalam upaya menyiapkan pasukannya sebelum melawan pasukan Belanda. Lantas, apa itu Gubed?

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi Pemkab Kebumen, Gubed merupakan tempat yang berada di Desa Jatiluhur, Kecamatan Rowokele, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Di desa tersebut terdapat suatu wilayah bernama Margolunyu.

Menurut cerita para sesepuh, terdapat tempat yang dinamakan Gubed yang terletak di perbukitan Hanggaraksa di sekitar Magolunyu yang pernah terjadi pertempuran antara Pangeran Diponegoro dengan pasukan Belanda.

Baca Juga: Asal-usul Margolunyu, Tameng Alam Pasukan Diponegoro: Jadi Strategi Jitu Melawan Tentara Belanda

Pada daerah Margolunyu, Pangeran Diponegoro juga membangun benteng persembunyian yang konon diselimuti kabut gaib berwarna putih hingga tak bisa terdeteksi oleh pasukan Belanda.

Pangeran Diponegoro menggunakan taktik Supit Urang atau Tapal Kuda dalam pertempuran di wilayah tersebut. Dengan taktik gerilya, Pasukan Diponegoro membagi pasukannya membentuk Supit Urang atau capit udang.

Saat pasukan Belanda melewati daerah Margolunyu, pasukan Diponegoro kemudian menyerbu dan melilit para tentara Belanda di Bukit Hanggaraksa.

Baca Juga: Taktik Supit Urang Pangeran Diponegoro Buat Jenderal De Kock dan Pasukan Belandanya Kewalahan

Teknik perang tersebut dinamakan "nggubed" yang berarti melilit dalam bahasa Jawa. Pasukan Pangeran Diponegoro menggunakan teknik gubed untuk mengepung pasukan Belanda hingga tak bisa berkutik.

Sejak saat itu, masyarakat sekitar menyebut tempat terjadinya pertempuran di wilayah Bukit Hanggaraksa, Margolunyu, Kebumen itu dengan nama Gubed hingga saat ini.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Pemkab Kebumen

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X