Dalam napak tilas yang dilakukan pemilik kanal YouTube Roni Sadewo ditemukan jejak berupa makam dengan batu nisan kuno, yang dipercaya adalah makam para prajurit Pangeran Diponegoro.
Jejak makam-makam kuno tersebut berada di berbagai wilayah tanah Jawa, seperti di Bukit Menoreh di Magelang, di Lasem, Rembang, hingga beberapa daerah di Jawa Timur.
Makam-makam kuno tersebut sebagai bukti jejak Pangeran Diponegoro dalam pertempuran melawan penjajah Belanda yang ingin menguasai tanah Jawa.
Namun, Belanda mampu menguasai tanah Jawa dan membangun benteng-benteng di perbukitan atau dataran tinggi di Jawa Tengah.
Baca Juga: Makam Nyi Ageng Serang Ada di Mana? Putri dari Pangeran Natapraja dan Panglima Perang Diponegoro
Dengan membangun benteng dan dukungan pasukan bantuan, para penjajah Belanda lebih mudah dalam mengintai musuh-musuh dan sukses mengalahkan pasukan Diponegoro.
Meskipun telah berjuang dengan gigih selama 5 tahun, pada akhirnya Pangeran Diponegoro tertangkap oleh Belanda pada tahun 1830.
Pangeran Diponegoro diasingkan ke Batavia (Jakarta) dan kemudian dibuang ke Sulawesi Utara hingga wafat pada tahun pada tahun 1855 dan dimakamkan di Makassar.
Perjuangan Pangeran Diponegoro telah menginspirasi banyak generasi. Beliau menjadi simbol perlawanan terhadap penjajahan dan bentuk semangat nasionalisme tinggi untuk memperjuangkan kemerdekaan dari para penjajah di tanah air.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Jadi Kuliner Khas Muntilan, Konon Makanan Ini Jadi Sarapan Pangeran Diponegoro
Dewandaru, Pohon Kekayaan di Gunung Kawi, Tumbuh dari Tongkat Pengawal Pangeran Diponegoro? Ternyata Ini Manfaatnya
Sejarah Pabrik Mesiu di Kotagede Dibangun Sri Sultan Hamengku Buwono II yang Dimanfaatkan Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa
Yangko, Camilan Manis Favorit Pangeran Diponegoro Khas Yogyakarta, Ternyata Sejarahnya Dibawa Orang-orang Ini
Keris Kyai Nogo Siluman Pangeran Diponegoro Kembali ke Indonesia: Sejarah yang Pulang ke Rumah