SketsaNusantara.id- Mengenang sosok Tololiu Herman Willem Dotulong yang sempat tergabung dalam pasukan Belanda.
Dalam masa perang Jawa, pasti tidak asing lagi dengan keterlibatan Tololiu Herman Willem Dotulong.
Ia bahkan pernah memimpin sebuah pasukan untuk mengalahkan Diponegoro. Serta menjadi pasukan yang unggul pada zamannya.
Baca Juga: Cara Licik Belanda Menangkap Pangeran Diponegoro: Sampai Berpura-pura Lakukan Gencatan Senjata
SketsaNusantara.id melansir dari YouTube Infonea, ia dikenal sebagai Groot-Majoor Tololiu Hermanus Willem Dotulong.
Ia lahir di Kema, 12 Januari 1795. Kemudian ia meninggal di Sonder, pada 18 November 1888.
Sosoknya juga dikenal sebagai cece dari Xaverius Dotulong. Yakni sahabat dari Gubernur Maluku.
Dahulu, sempat ada perang antara Belanda dengan orang-orang Minahasa. Dikenal dengan perang Tondano.
Belum dua dekade perang itu usai, kolonial belanda meminta warga Minahasa untuk menjadi serdadu.
Hal itu dilakukan demi menghadapi Pangeran Diponegoro dalam perang Jawa yang terjadi pada 1825-1830.
Baca Juga: Cara Licik Belanda Menangkap Pangeran Diponegoro: Sampai Berpura-pura Lakukan Gencatan Senjata
Tulungan atau pasukan penolong akhirnya dibentuk dengan Tololiu Hermanus Willem Dotulong yang memimpin 1.421 personil.
Saat itu Tololiu Hermanus Willem Dotulong sudah berusia 34 tahun dan dikenal sebagai pemimpin yang berhasil mengelola pasukan.
Artikel Terkait
Arti Gambar Kerbau dan Harimau dalam Gunungan Wayang Kulit, Ada Kaitannya dengan Mimpi Nabi Muhammad Sebelum Perang Uhud
Pesanggrahan Jenderal Ini Ada di Desa Rute Perang Gerilya, Nganjuk, Jadi Tempat Susun Strategi Lawan Belanda
Di Mana Makam Kyai Modjo? Seorang Panglima Perang Diponegoro yang Menentang Kekuasaan Belanda, Cek Lokasinya...
Siapa Panglima Muda Sentot Prawirodirjo? Jadi 'Mimpi Buruk' Bagi Musuh, Belanda Sampai Menuliskan Kehebatannya?
Kisah Nyi Mas Gandasari, Seorang Panglima Perang Wanita Kesultanan Cirebon dan Penyiar Islam
Kisah Sejarah Masjid Langgar Agung Pangeran Diponegoro di Magelang, Dulu Hutan Tempat Semedi Pemimpin Perang Jawa 1825-1830