Terbukti, ia dan pasukannya berhasil menangkap Pangeran Diponegoro. Namun ia tidak sendiri.
Tololiu Hermanus Willem Dotulong dibantu oleh tiga kapten. Mereka berasal dari distrik yang menyumbang serdadu dalam jumlah banyak.
Ialah Benyamin Sigar (Langouwan), D. Rotinsulu ( Tonsea), dan Polingkalim (Tondao). Setiap kapten itu dibantu oleh dua letnan.
Dari sekian prajurit yang dikirim oleh Belanda untuk melawan perang Jawa. Hanya yang dipimpin oleh Tololiu Herman Willem Dotulong yang masih bertahan.
Mereka konsisten mengikuti strategi perang. Di saat prajurit yang lain sudah tumbang sejak tiba di Jawa.
Lantaran Pangeran Diponegoro juga memiliki strategi yang digunakan untuk menumbangkan serangan musuh.
Salah satunya adalah rintangan alam dan warga sekitar yang sudah dibekali dengan ilmu manipulatif. Yakni agar tersamarkan antara musuh atau kawan.***
Artikel Terkait
Arti Gambar Kerbau dan Harimau dalam Gunungan Wayang Kulit, Ada Kaitannya dengan Mimpi Nabi Muhammad Sebelum Perang Uhud
Pesanggrahan Jenderal Ini Ada di Desa Rute Perang Gerilya, Nganjuk, Jadi Tempat Susun Strategi Lawan Belanda
Di Mana Makam Kyai Modjo? Seorang Panglima Perang Diponegoro yang Menentang Kekuasaan Belanda, Cek Lokasinya...
Siapa Panglima Muda Sentot Prawirodirjo? Jadi 'Mimpi Buruk' Bagi Musuh, Belanda Sampai Menuliskan Kehebatannya?
Kisah Nyi Mas Gandasari, Seorang Panglima Perang Wanita Kesultanan Cirebon dan Penyiar Islam
Kisah Sejarah Masjid Langgar Agung Pangeran Diponegoro di Magelang, Dulu Hutan Tempat Semedi Pemimpin Perang Jawa 1825-1830