Minggu, 19 Juli 2026

Taktik Supit Urang Pangeran Diponegoro Buat Jenderal De Kock dan Pasukan Belandanya Kewalahan

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 27 Juli 2024 | 11:00 WIB
Taktik supit urang Pangeran Diponegoro yang membuat Belanda terkejut. (X/ @RickyNSas.)
Taktik supit urang Pangeran Diponegoro yang membuat Belanda terkejut. (X/ @RickyNSas.)

 

SketsaNusantara.id - Pangeran Diponegoro memperkenalkan cara bertempur yang baru dan belum pernah dialami oleh Belanda di Jawa sebelumnya.

Salah satu pertempuran terkenal terjadi di Gubed, dimana Pangeran Diponegoro menggunakan taktik Supit Urang atau Tapal Kuda.

Pasukannya dibagi menjadi formasi seperti capit udang, mengepung dan menjebak pasukan Belanda hingga tidak bisa bergerak, seperti dilansir SketsaNusantara.id dari laman jatiluhur.kec-rowokele.kebumenkab.go.id

Baca Juga: Siapa Cornelis de Houtman yang Dibunuh Laksamana Malahayati? Pelaut Belanda Pemburu Rempah Nusantara

Hingga kini, tempat itu dikenal dengan nama Gubed, mengabadikan strategi pintar sang Pangeran.

Dalam perjuangan ini, Pangeran Diponegoro tidak hanya mengandalkan tentara.

Dia juga melibatkan semua lapisan masyarakat, mulai dari petani, penduduk desa, hingga bandit lokal.

Baca Juga: Inilah Sendang Kasihan, Sebuah Mata Air Peninggalan Sunan Kalijaga pada Abad ke-15 Masehi Lokasinya di...

Mereka bersama-sama menghadang pasukan Belanda dengan menebang pohon, membakar jembatan, dan menggali lubang besar di jalan.

Taktik gerilya ini sangat efektif karena memanfaatkan pengetahuan mendalam tentang medan lokal.

Situasi ini membuat Belanda kewalahan. Mereka kemudian menunjuk Letnan Jenderal De Kock, dibantu oleh Mayor Jenderal Van Geen, untuk memimpin operasi militer melawan Pangeran Diponegoro.

Baca Juga: Simak Fakta Menarik dari Sungai Seine yang Menjadi Tempat Upacara Pembukaan Olimpiade Paris 2024, Ternyata Pernah Diprotes Warganya?

De Kock menggunakan strategi pecah belah dan adu domba, bersekutu dengan Kasunanan Surakarta dan Mangkunegaran untuk mengisolasi pasukan Diponegoro.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X