Minggu, 19 Juli 2026

Pasukan Tulungan Pemburu Pangeran Diponegoro: Tentara Pengkhianat Rakyat yang Berasal dari Pribumi

Photo Author
Fadillah Nuzulul Rahman, Sketsa Nusantara
- Kamis, 25 Juli 2024 | 10:35 WIB
Pasukan Tulungan yang dibentuk Belanda untuk menangkap Pangeran Diponegoro. (X @potolawas)
Pasukan Tulungan yang dibentuk Belanda untuk menangkap Pangeran Diponegoro. (X @potolawas)

SketsaNusantara.id - Dalam sejarah kolonialisme Belanda di Indonesia, ada satu elemen penting yang jarang dibahas: Hulptroepen, atau Pasukan Tulungan.

Ini adalah pasukan yang terdiri dari pemuda-pemuda pribumi yang direkrut oleh Belanda untuk membantu menumpas perlawanan rakyat Indonesia.

Hulptroepen berperan besar dalam sejumlah perang besar, seperti Perang Diponegoro atau Perang Jawa (1825-1830) dan Perang Padri di Sumatera Barat (1803-1837).

Baca Juga: Inilah Makam Arung Palakka, Sosok yang Memperjuangkan Kemerdekaan Rakyat Bugis, Lokasinya di...

Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Minahasa Waya, pasukan ini berisi pemuda-pemuda lokal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Makassar, Minahasa, Bali, Jawa, dan Madura.

Kemenangan Belanda dalam Perang Jawa dan penangkapan Pangeran Diponegoro tidak akan mungkin terjadi tanpa bantuan Hulptroepen.

Sekitar 10 persen dari 15.000 Hulptroepen yang dikerahkan pada akhir Perang Jawa berasal dari Minahasa.

Baca Juga: Kisah Kekejaman Amangkurat I: Bantai Ribuan Ulama Demi Tahta, Peristiwa Tragis yang Jadi Titik Balik dalam Sejarah Kemunduran Mataram Islam

Pada 17 September 1829, Hulptroepen memainkan peran penting dalam pertempuran di Siluk, sebelah barat Yogyakarta.

Mereka bergerak cepat dan berhasil mengalahkan pasukan Diponegoro.

Pada 21 September, mereka menyergap dan membunuh Pangeran Ngabehi (Joyokusumo I) dan dua putranya.

Baca Juga: Manis dan Legitnya Wajik Ketan dalam Hidangan Pernikahan Adat Jawa,Ternyata Tekstur Lengketnya Mengandung Filosofi Tersembunyi

Pada 11 November 1829, Hulptroepen menangkap Pangeran Diponegoro di dataran tinggi Gowong.

Setelah perjalanan panjang dari Pegunungan Gowong ke Banyumas antara November 1829 dan Februari 1830, Pangeran Diponegoro akhirnya diundang ke Magelang untuk merundingkan perdamaian dengan Jenderal de Kock.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: YouTube Minahasa Waya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X