SketsaNusantara.id – Arung Palakka ialah sosok pejuang yang dikenang dalam memerdekakan rakyat Bugis dari kekejaman Kerajaan Gowa.
Ia juga diketahui mengikuti Perang Makassar yang pada akhirnya mengeluarkan perjanjian Bongaya.
Diketahui pada waktu kecil, ia memiliki nama La Tenritatta To Unru Daeng Serang.
Pada saat dewasa, ia memiliki banyak gelar salah satunya Datu Mariyo, Arung Palakka, Malampe-e Gemme'na, Torisompe, dan Matinroe ri Bontoala.
Pada saat umur 11 tahun, ia bersama orang tuanya diasingkan ke Gowa untuk dijadikan pelayan tamu dari Karaeng Pattingalloang.
Karaeng Pattingalloang mendidik Arung Palakka dengan banyak ilmu pengetahuan hingga olahraga dan diberi gelar Daeng Serang atas kepandaian dan kecerdasannya.
Baca Juga: Di Mana Makam Wali Gembyang? Ulama Hebat dalam Pusaran Sejarah Kendal yang Ucapannya Paling Ditakuti
Di tahun 1660, ia merencanakan untuk melakukan pelarian bersama rakyatnya untuk kembali ke Bugis.
Akhirnya ia pun berhasil membebaskan rakyatnya.
Namun, pelarian tersebut membuat Raja Gowa sehingga ia menyerang Bone dan Arung Palakka nyaris terbunuh.
Pada tahun 1663, Arung Palakka pernah meminta VOC untuk membebaskan Kerajaan Bone dan Soppeng dari kekejaman Kerajaan Gowa.
Artikel Terkait
Makam Astana Srandil, Situs Wisata Religi Makam Islam Nusantara di Ponorogo Provinsi Jawa Timur
Menilik Lokasi Makam KH Bisri Syansuri di Jombang, Pesarean Ulama Pendiri NU Jadi Wisata Religi Selain Ziarah Wali Songo
Sesepuh dari 3 Wali Songo! Begini Kondisi Makam Syekh Ibrahim Asmoroqondi, Ulama Tersohor di Kabupaten Tuban
Wisata Religi Makam Ki Ronggo Bondowoso: Ada Dua Makam Lainnya yang Tak Kalah Kental dengan Sejarah?
Makam Waliyullah di Tuban: Satukan Sejarah dan Spiritualitas, Dijamin Damai di Tengah Riuhnya Dunia