SketsaNusantara.id - Ponorogo Jawa Timur, sebuah daerah di Pulau Jawa yang kaya akan wisata religius.
Salah satu objek wisata religi yang ada di Ponorogo Jawa Timur adalah Makam Astana Srandil.
Makam Astana Srandil diketahui merupakan sebuah komplek pemakaman yang tidak jauh dari pusat Kota Ponorogo.
Baca Juga: Makam Belanda Cantik Sejak Tahun 1800an di Surabaya, Bak Pemakaman Eropa dengan Nisan yang Unik
Sebagaimana SketsaNusantara.id kutip dari YouTube Kidoel Official, Makam Astana Srandil berada di Desa Srandil, Kecamatan Jambon atau 11 km ke arah barat Kota Ponorogo.
Seperti yang disebutkan sebelumnya, Pasarean atau Makam Astana Srandil merupakan himpunan kesatuan dari beberapa makam para keturunan Bupati Somoroto.
Berdasarkan geografisnya, komplek Makam Astana Srandil terletak di areal perbukitan yang saling sambung-menyambung jumlahnya hingga lima bukit.
Nama ke-5 bukit tersebut jika diurutkan dari barat ke timur yakni Bukit Lemu, Bukit Bancak, Bukit Ngrayu, Bukit Srayu, dan Bukit Srandil.
Posisi tempat Pasarean Astana Srandil terletak di Bukit Srayu yang memiliki arti "Sugeng Rahayu" atau bukit pembawa keselamatan.
Menurut cerita, tokoh pertama pada pemakaman Astana Srandil yakni Raden Mertokusumo.
Diceritakan Mertokusumo adalah seseorang patih dari Kabupaten Polorejo yang mendukung Pangeran Diponegoro dalam melawan penjajah Belanda.
Raden Mertokusumo dikatakan juga menjadi cikal bakal berdirinya Pasarean Astana Srandil di Ponorogo tersebut.
Artikel Terkait
Wali Songo Bahkan Angkat Tangan Tak Mampu Islamkan Ponorogo, Tapi Tokoh Ini Mampu Taklukkan Lewat Jalur Seni
Berjarak 23 Km dari Ponorogo, Telaga Ini Indah dan Cantik Mempesona Miliki Luas 5 Kali Lipat dari Danau...
Inilah Penampakan Keris Bali Milik Prabowo Subianto dari Abad 16, Dipamerkan pada Peringatan Grebeg Suro di Ponorogo
Di Mana Lokasi Makam Eyang Bathara Katong? Murid Wali Songo Pendiri Ponorogo Sekaligus Pelopor Ajaran Islam yang Punya Banyak Kesaktian
Cerita Rakyat Nusantara Jawa Timur: Apa itu Reog Ponorogo? Sayembara Pernikahan dan Pertarungan Singo Barong dan Klono Sewandono