Jumat, 10 Juli 2026

Cerita Rakyat Nusantara Jawa Timur: Apa itu Reog Ponorogo? Sayembara Pernikahan dan Pertarungan Singo Barong dan Klono Sewandono

Photo Author
Erik Kusmiati, Sketsa Nusantara
- Kamis, 18 Juli 2024 | 19:15 WIB
Kesenian Reog Ponorogo sebagai salah satu bukti budaya. (Instagram @selfi_itong)
Kesenian Reog Ponorogo sebagai salah satu bukti budaya. (Instagram @selfi_itong)


SketsaNusantara.id - Reog Ponorogo adalah salah satu bukti budaya sebagai salah satu tradisi yang bertujuan untuk mempertahankan silaturahmi bagi masyarakat luas.

Kesenian Reog Ponorogo ini sudah muncul sejak zaman penjajahan, namun dianggap sebagai kesenian yang merugikan sampai dilarang untuk dipentaskan.

Reog Ponorogo mengandung berbagai unsur budaya, baik dari segi historis, religius, kreatif dan edukatif yang bikin banyak masyarakat merasa terhibur hingga dikenal sampai saat ini.

Baca Juga: Pohon Keramat di Karimunjawa, Ditanam Anak Sunan Muria hingga Jadi Nama Bandara Jepara, Punya Khasiat Spiritual?

Dilansir SketsaNusantara.id dari Youtube Gromoro Studio Series, inilah kisah asal usul Reog Ponorogo yang menjadi kesenian daerah versi cerita rakyat.

Cerita kisah dari Reog bermula dengan keengganan Putri Songgo Langit yang cantik jelita untuk menikah hingga membuat ayahnya Raja Kediri merasa khawatir.

Hingga Putri Songgo Langit mengajukan sebuah syarat hasil dari Tapa Brata, yaitu harus menghadirkan sebuah pertunjukan yang belum pernah ada dan barisan kuda kembar sebanyak 144 ekor dan harus ada hewan berkepala dua.

Baca Juga: Di Mana Lokasi Makam Eyang Bathara Katong? Murid Wali Songo Pendiri Ponorogo Sekaligus Pelopor Ajaran Islam yang Punya Banyak Kesaktian

Kemudian terjadilah sayembara, hingga tinggal 2 orang Raja yang ingin mengikuti yaitu Raja Singo Barong dari Kerajaan Lodaya dan Raja Klono Sewandana dari Kerajaan Bantarangin dari daerah Wengker.

Raja Singo Barong adalah manusia berbentuk setengah harimau dan tubuhnya penuh kutu hingga harus memelihara burung merak yang merupakan sosok yang kejam dan jahat.

Pada suatu hari Singo Barong ingin berbuat curang hingga niatnya diketahui oleh Raja Klono Sewandono hingga Dia memutuskan untuk melakukan penyerangan ke Kerajaan Lodaya.

Baca Juga: Inilah Penampakan Keris Bali Milik Prabowo Subianto dari Abad 16, Dipamerkan pada Peringatan Grebeg Suro di Ponorogo

Alhasil penyerbuan ini tidak diketahui oleh Raja Singo Barong hingga membuat Raja Klono Sewandono bisa menyusup ke lokasi istana, sampai kemudian terlihatlah Raja Singo Barong yang dihinggapi burung merak yang membuat mereka mirip seperti hewan berkepala dua.

Kemudian Raja Klono Sewandono menyatukan kedua hewan ini sebagai syarat pernikahan dari Dewi Songgo Langit dengan pusaka Cemeti bernama Pecut Samandiman andalannya.

Setelah itu Raja Klono Sewandono menuju Kerajaan Kediri dan menampilkan pertunjukkan kesenian baru berupa barisan 144 ekor kuda kembar dalam iringan gamelan, terompet, dan gendang juga tarian Singo Barong di depannya.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: Youtube Gromoro Studio Series

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X