SketsaNusantara.id - Sosok Cornelis de Houtman tak terlepas dari nama salah satu pahlawan nasional yakni Laksamana Malahayati.
Cornelis de Houtman diketahui kalah dalam duel melawan Laksamana Malahayati.
Bukan hanya kalah, nyawanya juga ikut direnggut oleh pahlawan wanita gagah tersebut.
Baca Juga: Akhir Kisah Heroik Laksamana Malahayati, Pahlawan Nasional dari Aceh, Benarkah Gugur saat Perang?
Mengenal lebih jauh tentangnya, sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari laman p2k.stekom.ac.id, Cornelis de Houtman merupakan seorang warga negara Belanda yang lahir di Gouda, Holland Selatan pada 2 April 1565.
Cornelis de Houtman merupakan penjajah Belanda yang berhasil menemukan jalur pelayaran dari Eropa ke Indonesia.
Berkat penemuannya itu, Cornelis de Houtman memulai perdagangan rempah-rempah bagi Belanda.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Wisata di Klaten Tahun 2024, Jadi Tempat Nyaman untuk Liburan Panjang atau Akhir Pekan
Awal mula Cornelis de Houtman menjajah rempah-rempah Indonesia yakni dimulai saat ia pertama kali menginjakkan kakinya di Banten pada 27 Juni 1596.
Sebelum sampai di Indonesia, Cornelis tergiur akan informasi dari para pelaut pada akhir abad ke-16 yang mengatakan adanya pulau surga rempah-rempah di sisi timur dunia.
Bermodalkan infomasi tersebut, kemudian Cornelis berangkat dari pelabuhan Amsterdam bersama empat kapal dagang yang mengiringi.
Cornelis berlayar ke Lisboa, Portugal dengan maksud mencari informasi lebih lengkap tentang keberadaan pulau misterius tersebut.
Artikel Terkait
Laksamana Wanita Pertama di Dunia, Malahayati Pimpin 2000 Janda Pasukan Elit Aceh dan Menangkan Duel Maut dengan Senjata Rencong
5 Fakta Malahayati: Wonder Woman Versi Lokal Laksamana Perempuan Asal Aceh hingga Akhiri Hidup Cornelis de Houtman
Perjuangan Martha Christina Tiahahu Melawan Belanda Gak Perlu Diragukan Lagi! Ini 3 Riwayat Pertempuran Gadis Asal Maluku
Tragis! Perjuangan Martha Christina Tiahahu Lawan Belanda, Sampai Gugur di Laut Banda Jelang 2 Hari Ulang Tahunnya
Akhir Kisah Heroik Laksamana Malahayati, Pahlawan Nasional dari Aceh, Benarkah Gugur saat Perang?