Kamis, 4 Juni 2026

Sejarah dan Filosofi Kolak, Temukan Tuhan dalam Semangkok Kudapan Manis?

Photo Author
Rizqillah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 23 Juli 2024 | 10:15 WIB
Sejarah dan makna filosofi kolak (pariwisata.yogyakarta.go.id)
Sejarah dan makna filosofi kolak (pariwisata.yogyakarta.go.id)

Maksudnya agar masyarakat yang mengonsumsinya lebih dekat kepada Allah SWT dengan cara bersyukur atas nikmat yang diberikan.

Baca Juga: Melirik Kisah Docang: Makanan Bersejarah yang Direncanakan untuk Meracuni Wali Songo, Kini Jadi Kuliner Favorit Khas Cirebon

Ini menjadi salah satu cara untuk menambah kedekatan diri kepada Sang Khaliq.

Tak cuma namanya, isian kolak juga punya filosofi tersendiri.

Misalnya kolak pisang kepok memiliki makna masyarakat diharuskan 'kapok' atau jera atas dosa yang telah dilakukan.

Baca Juga: Jadi Simbol Maaf, Kuliner Lontong Ternyata Penuh Makna Filosofis, Salah Satu Makanan Tradisional Nusantara

Sedangkan kolak yang berisi ubi atau telo pendem punya makna masyarakat bisa mengubur (di pendem) kesalahan yang diperbuat sehingga bisa menjalankan hidup dengan jalan penuh ridho Allah SWT.

Sementara santan, yang dalam bahasa jawa disebut 'santen' merupakan kependekan dari 'pangapunten' yang berarti permohonan maaf.

Selain rasanya yang enak kolak juga memberikan energi karena kandungan gula di dalamnya.

Baca Juga: Mulai Langka, Begini Cara Buat Kupat Ketheg, Kuliner Warisan Sunan Giri yang Cuma Ada di Gresik

Oleh karena itu, kolak cocok disantap saat berbuka guna memberikan energi untuk terus melakukan ibadah selanjutnya.***

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: pariwisata.jogjakota.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X