Minggu, 19 Juli 2026

Asal-usul Sego Jangkrik, Kuliner Kesukaan Sunan Kudus yang Isinya Bukan Pakai Jangkrik, tapi Daging...

Photo Author
Sahara Premareta, Sketsa Nusantara
- Senin, 15 Juli 2024 | 10:45 WIB
Ilustrasi - Sego jangkrik, kuliner favorit Sunan Kudus.  (Youtube.com/Afifah Nur Hayati.)
Ilustrasi - Sego jangkrik, kuliner favorit Sunan Kudus. (Youtube.com/Afifah Nur Hayati.)

 

SketsaNusantara.id - Selain terkenal dengan dakwah Islam yang berpengaruh terhadap kehidupan sosial bermasyarakatnya, anggota Wali Songo juga memberikan pengaruh terhadap kuliner.

Salah satu Wali Songo yang memberikan dampak pengaruh budaya dan kuliner adalah Sunan Kudus.

Diketahui, Sunan Kudus menyukai sebuah makanan yang bernama sego jangkrik. Makanan ini juga dijadikan hidangan di acara buka luwur makam Sunan Kudus.

Baca Juga: Di Mana Lokasi Makam Mbah Priok? Sosok Ulama Tersohor yang Turut Menyebarkan Ajaran Islam di Pulau Jawa

Dilansir oleh SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Afifah Nur Hayati, meskipun disebut sego jangkrik tetapi makanan ini terbuat dari daging kerbau, tahu yang diguyur dengan kuah santan yang gurih dan disajikan dengan daun jati.

Konon, cerita dari makanan ini bermula dari ujaran orang yang menyantapnya dan berawal dari istri Sunan Kudus yang memasak suatu menu sangat lezat.

Menurut cerita, penggunaan nama sego jangkrik sudah ada sejak zaman Sunan Kudus yang kala itu ia bersama Kyai Telingsing berkumpul di Tajuk Menara Kudus dengan wali lainnya.

Baca Juga: Siapa Mbah Priok Jakarta? Sosok Ulama yang Dipercaya Miliki Garis Keturunan dari Nabi Muhammad, Nama Aslinya...

Sementara itu, istri Sunan Kudus menyiapkan sebuah makanan lezat dan kini telah populer di Kudus.

Kelezatan dari makanan tersebut akhirnya membuat para wali terpikat, dan sanking nikmatnya masakan ini sampai terdengar celetukan dari Kyai Telingsing yang berujar “Jangkrik! Masakan opo iki? Kok enak pol?”.

Adapun cerita lain yang mengatakan, bahwa makanan ini disajikan untuk menghormati umat Hindu yang memuliakan hewan sapi. Maka dari itu masyarakat menggunakan daging kerbau.

Baca Juga: Makna Gunungan atau Kayon dalam Wayang Kulit, Bentuknya seperti Masjid dan jika Dibalik Berwujud...

Sejak saat itu, makanan ini diberi nama sego jangkrik dan memiliki porsi daging atau isian yang kecil-kecil seperti jangkrik.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X