SketsaNusantara.id - Kolak merupakan kudapan manis yang biasa disajikan sebagai takjil di bulan Ramadhan.
Rasanya yang legit menjadi favorit kuliner yang disantap jelang buka puasa.
Kolak biasanya terbuat dari pisang, atau ubi dengan kuah gula aren dan santan.
Tidak hanya sebagai pelepas dahaga, kolak juga punya efek mengenyangkan karena berbagai isi yang beragam.
Tiap daerah memiliki jenis kolak dengan isian dan nama yang berbeda, seperti kolak biji salak, kolak pisang, atau kolak nangka.
Sejarah Kolak
Banyak yang mengira kolak berasal dari Timur Tengah karena rasanya yang manis.
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, nyatanya, kudapan manis ini berasal dari Indonesia.
Kolak dipercaya menjadi salah satu media penyebaran agama Islam khususnya di Pulau Jawa.
Baca Juga: 7 Kuliner Khas Yogyakarta yang Legendaris, Penggemarnya Tidak Pernah Surut Bahkan Sampai Sekarang
Sajian kolak saat buka puasa konon pertama kali diperkenalkan oleh para wali.
Filosofi Kolak
Kolak ternyata punya filosoi mendasar dari bahasa arab khalik yang berarti Sang Pencipta atau Allah SWT.
Artikel Terkait
Senantiasa Diburu Peziarah, Inilah 'Ketupat Ketheg' Sajian Kuliner Khas Giri, Ternyata Dibuat dari Air Keruh?
Caos Dhahar Loro Gendhing Kuliner Kesukaan Sunan Kalijaga, Ternyata Makanan Ini Harus Dibuat Orang Ini…
Sering Disangka Makanan Khas Indonesia, 8 Kuliner Ini Hasil Akulturasi Budaya Jawa, Tionghoa, Belanda hingga India
4 Kuliner Legendaris Bernama Unik Warisan Wali Songo yang Masih Eksis, Ada Favorit Sunan Kudus hingga Sunan Kalijaga
Meski Pakai Bahasa Jawa, Wedang Ronde Bukan Kuliner Asli Indonesia Loh, Begini Asal Usulnya hingga Jadi Simbol Reuni
Asal-usul Sego Jangkrik, Kuliner Kesukaan Sunan Kudus yang Isinya Bukan Pakai Jangkrik, tapi Daging...