Kamis, 4 Juni 2026

Sejarah dan Filosofi Kolak, Temukan Tuhan dalam Semangkok Kudapan Manis?

Photo Author
Rizqillah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 23 Juli 2024 | 10:15 WIB
Sejarah dan makna filosofi kolak (pariwisata.yogyakarta.go.id)
Sejarah dan makna filosofi kolak (pariwisata.yogyakarta.go.id)


SketsaNusantara.id - Kolak merupakan kudapan manis yang biasa disajikan sebagai takjil di bulan Ramadhan.

Rasanya yang legit menjadi favorit kuliner yang disantap jelang buka puasa.

Kolak biasanya terbuat dari pisang, atau ubi dengan kuah gula aren dan santan.

Baca Juga: Jadi Makanan Pokok Para Pejuang, Ini 5 Kuliner Khas Indonesia yang Disajikan saat Perayaan HUT Kemerdekaan RI

Tidak hanya sebagai pelepas dahaga, kolak juga punya efek mengenyangkan karena berbagai isi yang beragam.

Tiap daerah memiliki jenis kolak dengan isian dan nama yang berbeda, seperti kolak biji salak, kolak pisang, atau kolak nangka.

Baca Juga: Melegenda Sejak Tahun 1915, Favorit Warga Belanda? Sego Becek, Kuliner Khas Nganjuk Makin Maknyus Disantap Saat Hangat

Sejarah Kolak

Banyak yang mengira kolak berasal dari Timur Tengah karena rasanya yang manis.

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, nyatanya, kudapan manis ini berasal dari Indonesia.

Kolak dipercaya menjadi salah satu media penyebaran agama Islam khususnya di Pulau Jawa.

Baca Juga: 7 Kuliner Khas Yogyakarta yang Legendaris, Penggemarnya Tidak Pernah Surut Bahkan Sampai Sekarang

Sajian kolak saat buka puasa konon pertama kali diperkenalkan oleh para wali.

Filosofi Kolak

Kolak ternyata punya filosoi mendasar dari bahasa arab khalik yang berarti Sang Pencipta atau Allah SWT.

Halaman:

Editor: Rizqillah

Sumber: pariwisata.jogjakota.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X