Kamis, 4 Juni 2026

Kematian Tragis Raden Trunojoyo, Pahlawan Madura yang Memberontak dan Menggulingkan Amangkurat I Kerajaan Mataram

Photo Author
Alvin Septia Wijaya, Sketsa Nusantara
- Rabu, 17 Juli 2024 | 09:15 WIB
Ilustrasi kematian Raden Trunojoyo. (Pexels.com/Ihsan Adityawarman/edit: Alvin Septia Wijaya.)
Ilustrasi kematian Raden Trunojoyo. (Pexels.com/Ihsan Adityawarman/edit: Alvin Septia Wijaya.)

Bukan hanya pindah, Raden Trunojoyo juga membentuk pasukan pemberontakan terhadap Amangkurat I dan Amangkurat II.

Singkat cerita pada tahun 1674, Raden Trunojoyo menjadi pemimpin pasukan pemberontakan terhadap Kerajaan Mataram.

Baca Juga: Dewandaru, Pohon Kekayaan di Gunung Kawi, Tumbuh dari Tongkat Pengawal Pangeran Diponegoro? Ternyata Ini Manfaatnya

Sebagai seorang pemimpin, Raden Trunojoyo mendapatkan dukungan dari para pejuang asal Makassar yang diketuai oleh Karaeng Galesong.

Aksi pemberontakan Trunojoyo kepada Amangkurat I dan II begitu cepat hingga berhasil merebut ibu kota Mataram, Keraton Plered pada pertengahan 1677.

Jatuhnya Plered, membuat Amangkurat I melarikan diri ke pantai utara bersama putra sulungnya Amangkurat II.

Pemberontakan Raden Trunojoyo mampu menggulingkan Kerajaan Mataram hingga Amangkurat I dinyatakan meninggal dunia pada pelariannya karena sakit-sakitan.

Baca Juga: Siapa Nama Asli Sunan Pandanaran? Mengenal Sosok Utusan dari Kesultanan Demak yang Jadi Pendiri dan Penguasa Kota Semarang

Setelah meninggalnya Amangkurat 1, Raden Mas Rahmat alias Amangkurat II naik tahta menjadi raja Kerajaan Mataram.

Akhir perlawanan Raden Trunojoyo ternyata tidak berbuah manis, Amangkurat II membuat konsesi kepada VOC untuk merebut dan memulihkan Kerajaan Mataram kembali.

Dalam konsesi tersebut, Amangkurat II memberikan janji untuk memberikan Semarang kepada VOC jika bersedia membantu menumpas pemberontakan Trunojoyo.

Baca Juga: Siapa Wali Limo? Inilah Sosok Lima Wali Penyebar Agama Islam di Jawa yang Makamnya Tersebar di Pelosok Jawa Timur

VOC pun setuju dan menggerakkan pasukannya yang terdiri dari pasukan bersenjata ringan dari Makassar dan Ambon, tambahan juga adanya pasukan tentara Eropa yang dipersenjatai lengkap.

Pasukan aliansi VOC - Mataram - Bugis berhasil menumpas pasukan pemberontakan Trunojoyo yang dimulai dari Kertosono (1678), Kediri (1678), dan Madiun (1679).

Akhirnya, Raden Trunojoyo ditangkap pada 1679 di dekat Ngantang, Malang.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X